Kemenag dan Jateng Matangkan Persiapan MTQ Nasional
- 30 Jun 2026 18:14 WIB
- Jayapura
RRI,CO,ID, Jayapura – Kementerian Agama bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang akan digelar di Semarang pada September 2026. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan rapat koordinasi menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
"Kami berharap MTQ Nasional di Jawa Tengah dapat berjalan dengan baik, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses dalam seluruh aspek pelaksanaannya," ujar Abu Rokhmad, yang dilansir dari laman kemenag.go.id, Selasa 30 Juni 2026.
Menurut Abu, MTQ Nasional bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi momentum memperkuat syiar Al-Qur'an dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Al-Qur'an. Sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, pelaksanaan MTQ diharapkan menjadi sarana membangun generasi Qurani serta mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai MTQ juga memiliki tingkat objektivitas yang tinggi dalam proses penilaian, terutama pada cabang tilawah.
"MTQ Nasional ini adalah perlombaan yang betul-betul dilaksanakan secara objektif. Bahkan pada cabang tilawah, masyarakat awam pun dapat menilai dan merasakan kualitas performa peserta yang tampil," katanya.
Terkait pembinaan peserta, Abu meminta pelaksanaan training center (TC) dilakukan lebih intensif dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan peserta.
"Kalau memungkinkan, training center dilakukan lebih intensif lagi. Kesehatan peserta juga harus dipantau dengan baik. Intinya adalah latihan yang terus-menerus dan berkesinambungan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya strategi dan pemetaan potensi peserta dalam menghadapi kompetisi tersebut.
"Saya berulang-ulang menyampaikan bahwa kita harus jeli dan melihat MTQ ini seperti Piala Dunia. Coach harus mampu melihat cabang mana yang berpotensi menghasilkan medali. Mulai sekarang harus ada target-target yang realistis untuk dicapai," ujarnya.
Sementara itu, Kasubdit Lembaga Tilawah dan MTQ Kementerian Agama, Rijal Ahmad Rangkuty, menekankan pentingnya sinkronisasi antara panitia pusat dan daerah, khususnya dalam penyelarasan tugas panitera dan master of ceremony (MC).
"Panitera memiliki peran krusial untuk memastikan kesesuaian antara peserta yang tampil dengan nomor urutnya. Oleh karena itu, kita akan sinkronkan panitia pusat dan provinsi melalui rapat pertemuan khusus antara panitera dan MC," kata Rijal.
Selain itu, panitia juga diminta memastikan pelayanan tamu, pendampingan liaison officer (LO), dan kesiapan venue berjalan optimal dengan menjadikan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya sebagai bahan evaluasi.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, mengatakan Jawa Tengah juga tengah menyiapkan peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah.
"Hari ini kita mengumpulkan seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, termasuk para Ketua LPTQ, agar semuanya mendapatkan arahan terkait persiapan MTQ Nasional. Sebagai tuan rumah, Jawa Tengah harus terus melangkah dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," ujar Saiful.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri unsur Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPTQ, BAZNAS, serta panitia MTQ Nasional 2026 sebagai bagian dari konsolidasi kesiapan penyelenggaraan lintas sektor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....