KNKT Simulasikan Persinyalan Kecelakaan Bekasi Timur
- 30 Apr 2026 21:18 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan simulasi sistem persinyalan kereta api dalam rangka investigasi pascainsiden kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Simulasi ini dilakukan untuk mengungkap kemungkinan penyebab teknis kecelakaan. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi tersebut, termasuk langkah simulasi yang dilakukan KNKT guna memastikan keselamatan operasional perkeretaapian ke depan.
Dilansir dari laman Kemenjub.go.id, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan simulasi persinyalan dilakukan untuk memahami fungsi dan respons sistem saat kejadian. “Hasil simulasi menjadi bahan penting dalam mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan serta potensi kelemahan system,” ucap Menhub.
KNKT menegaskan investigasi dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan berbasis data lapangan. Kemenhub juga berkomitmen menindaklanjuti hasil investigasi guna meningkatkan keselamatan operasional. “Kami tekankan kembali bahwa aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” ujar Menhub Dudy.
Sebelumnya, Menhub Dudy menyampaikan perkembangan penanganan korban dan layanan kereta pascainsiden. Tercatat 106 penumpang menjadi korban, terdiri dari 91 luka-luka dan 15 meninggal dunia. Dari jumlah korban luka, 38 penumpang telah diperbolehkan pulang.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebutkan pemulihan operasional jalur hilir telah dibuka sejak Selasa 28 April dini hari. Pada Rabu 29 April dini hari, jalur hulu juga telah bersih dari puing-puing.
Menhub Dudy juga melakukan uji coba dengan menaiki KRL dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Cikarang untuk memastikan jalur kembali aman dilalui.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....