Keselamatan Jadi Prioritas Pembukaan Bekasi Timur
- 30 Apr 2026 20:58 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Kementerian Perhubungan menegaskan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam rencana pembukaan kembali Stasiun Bekasi Timur dan layanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek pascainsiden kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek. Pembukaan layanan masih menunggu proses clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), yang saat ini tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut.
“Apabila sudah ada clearance dari KNKT siang ini, kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek dari Cikarang dan Bekasi Timur. Saat ini kami masih dalam tahap persiapan uji rel, persinyalan, dan sebagainya. Yang paling utama dan harus diperhatikan adalah aspek keselamatan,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat memberikan keterangan pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu 29 April 2026.
Menhub Dudy juga menyampaikan perkembangan penanganan korban kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam. “Jumlah penumpang yang menjadi korban, baik yang meninggal maupun luka-luka sejumlah 106 penumpang. Kemudian yang meninggal dunia 15 penumpang dan yang luka-luka 91 penumpang. Dari 91 penumpang yang luka-luka, 38 penumpang sudah diperbolehkan pulang,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, pemulihan operasional kereta api terus dilakukan. Jalur hilir telah dibuka pada Selasa (28/4) pukul 01.30 WIB dan sudah dapat dilalui kereta jarak jauh dari arah timur. Adapun jalur hulu telah bersih dari puing-puing sejak Rabu 24 April pukul 02.00 WIB.
“Kami bersama KNKT telah memastikan keselamatan penggunaan jalur ini untuk kereta jarak jauh, meskipun masih dilakukan pembatasan kecepatan 30 km/jam di area stasiun,” ujar Bobby.
Kemenhub bersama PT KAI dan para pemangku kepentingan menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran maupun penurunan standar keselamatan. Selama masa pemulihan 14 hari ke depan, dua posko tanggap darurat disiapkan di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir.
Berdasarkan verifikasi terbaru, kronologi insiden bermula saat KRL relasi Cikarang–Jakarta tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Rangkaian tersebut kemudian dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181.
Petugas selanjutnya menghentikan KRL lain dengan kode PLB 5568 di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya dan akhirnya terlibat insiden dengan rangkaian yang sedang berhenti tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....