Jemaah Haji diingatkan Kemabruran Menjadi Oleh-oleh Terbaik Tanah Suci

  • 30 Jun 2026 13:19 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kemabruran haji merupakan oleh-oleh paling berharga yang seharusnya dibawa pulang setiap jemaah dari Tanah Suci. Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak saat menyambut kepulangan jemaah haji rombongan terakhir, yakni kloter 14 Debarkasi Aceh musim haji 1447 Hijriah, di Asrama Haji Aceh, pada Selasa, 30 Juni 2026.

Pesawat yang membawa para jemaah, mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, sekitar pukul 03.50 Wib. Selanjutnya, seluruh jemaah menjalani proses debarkasi di Asrama Haji Aceh. Kloter 14 terdiri atas jemaah asal Kabupaten Bener Meriah, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kota Langsa.

Wamenhaj dalam kesempatan tersebut, menyapa dan berdialog langsung dengan para jemaah. Ia menanyakan pengalaman mereka selama menjalankan ibadah haji, mulai dari proses keberangkatan, pelayanan di Madinah dan Makkah, hingga kepulangan ke Tanah Air. Di hadapan para jemaah, Wamenhaj juga menyampaikan permohonan maaf, apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan layanan haji.

" Selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji Aceh. Semoga seluruh rangkaian ibadah diterima oleh Allah SWT, segala dosa diampuni, serta seluruh jemaah dianugerahi predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah. Marilah kita bersama-sama menjaga kemabruran itu. Kami juga menyampaikan mungkin pelayanan di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah, ada kurang-kurangnya, baik pelayanan maupun sikap petugas, kami mohon maaf," ujar Wamenhaj.

Sejumlah jemaah juga memanfaatkan kesempatan itu, untuk menyampaikan berbagai masukan dan usulan sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang. Seluruh masukan itu diterima dengan baik oleh Wamenhaj. Menutup pertemuan, Wamenhaj mengingatkan bahwa oleh-oleh terbaik dari Tanah Suci bukanlah air zamzam, kurma, sajadah, ataupun cendera mata, melainkan kemabruran yang tercermin melalui akhlak yang semakin baik, istiqamah dalam beribadah, serta meningkatnya kepedulian kepada sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....