Menhaj Minta Komunikasi Pemulangan Pasien Haji Indonesia Dioptimalkan
- 06 Jun 2026 22:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Haji dan Umrah meminta peningkatan komunikasi pemulangan pasien haji Indonesia
- Saudi German Hospital Madinah telah menangani 69 jemaah haji asal Indonesia
- Manajemen rumah sakit mengoptimalkan koordinasi dengan pihak asuransi untuk mencegah miskomunikasi
RRI.CO.ID, Madinah - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf meminta perbaikan komunikasi rumah sakit Saudi. Langkah ini untuk memastikan layanan kesehatan jemaah berjalan optimal.
Permintaan tersebut muncul setelah adanya laporan terkait pasien. Beberapa jemaah dipulangkan sebelum kondisi kesehatannya benar-benar pulih.
Menteri yang akrab disapa Gus Irfan ini mengatakan, komunikasi antarlembaga harus diperkuat. Keputusan pemulangan pasien perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
“Kami berharap adanya komunikasi yang lebih cepat. Sehingga kesehatan jemaah dapat dioptimalkan," kata Irfan saat berkunjung ke Saudi German Hospital, Madinah, Arab Saudi, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurutnya, kerja sama kesehatan menjadi kebutuhan penting. Mobilitas warga Indonesia ke Arab Saudi sangat tinggi setiap tahun.
Jumlah warga Indonesia yang berkunjung mencapai sekitar tiga juta orang. Karena itu, sinergi layanan kesehatan perlu terus diperkuat.
Pemerintah Indonesia juga menjajaki kemitraan lebih mendalam. Kolaborasi diharapkan meningkatkan perlindungan bagi jemaah Indonesia.
Direktur Saudi German Hospital, dr Tamel el Damak, menyambut positif kunjungan tersebut. Rumah sakit telah menangani puluhan jemaah Indonesia.
Tamel menjelaskan kendala yang terjadi berkaitan dengan asuransi. Situasi itu sempat memunculkan kesalahpahaman komunikasi.
“Namun saat ini rumah sakit kami sudah bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuat pelayanan optimal," ujarnya.
Rumah sakit berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Upaya itu dilakukan untuk mencegah miskomunikasi layanan kesehatan.
Perbaikan koordinasi diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan jemaah Indonesia. Kesehatan jemaah menjadi perhatian utama selama penyelenggaraan ibadah haji.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....