Demi Oleh-Oleh Jemaah Rela Kurangi Barang Bawaan
- 06 Jun 2026 21:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jemaah haji Makassar mulai melakukan penimbangan koper bagasi menjelang kepulangan
- Batas maksimal berat koper bagasi jemaah ditetapkan sebesar 32 kilogram
- Jemaah memilih meninggalkan barang pribadi dari Indonesia demi membawa pulang oleh-oleh
RRI.CO.ID, Makkah - Jemaah haji Indonesia mulai menimbang koper menjelang kepulangan. Proses itu memunculkan cerita unik tentang oleh-oleh.
Penimbangan koper dilakukan untuk memastikan berat sesuai ketentuan. Koper bagasi dibatasi maksimal 32 kilogram.
Sementara koper kabin hanya diperbolehkan berbobot tujuh kilogram. Jemaah harus mengurangi muatan jika melebihi batas.
Petugas meminta jemaah menata ulang barang secara mandiri. “Kami minta jemaah untuk mengurangi terlebih dahulu,” kata Aviation Security Garuda Indonesia, Norman Fajar kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah, Arab Saudi, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia mengatakan, tidak ada mekanisme pembayaran untuk kelebihan berat koper. Kondisi tersebut membuat banyak jemaah memilih mengurangi barang pribadi dan memprioritaskan membawa oleh-oleh.
Jemaah asal Wajo, Junarti Ramli, mengaku membawa banyak buah tangan. Ia rela meninggalkan sebagian barang pribadinya.
“Saya mengutamakan oleh-oleh yang harus dibawa pulang. Buah tangan untuk sanak keluarga," ujar Junarti.
Cerita serupa dialami Andi Tenri Olle dari Sulawesi Selatan. Ia membeli berbagai cendera mata untuk keluarga.
“Kami sangat antusias beli oleh-oleh buat keluarga di kampung. Alhamdulillah biar berkah," katanya.
Bagi jemaah, oleh-oleh memiliki makna lebih dari sekadar barang. Buah tangan menjadi simbol kasih sayang setelah menunaikan ibadah haji.
Membawa kebahagiaan untuk keluarga menjadi prioritas utama. Karena itu, oleh-oleh sering kali mengalahkan isi koper lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....