Lindungi Keselamatan Jiwa, 443 Jemaah BTH 09 Sukses Laksanakan Wukuf

  • 29 Mei 2026 21:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru — Sebanyak 443 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter BTH 09 (Bengkalis - Pekanbaru) telah bersiap menyelesaikan puncak ibadah haji tahun 2026. Demi memprioritaskan keselamatan dan melindungi jiwa jemaah dari risiko kepadatan ekstrem, seluruh jemaah BTH 09 melaksanakan rangkaian haji menggunakan skema murur tanazul.

Ketua Kloter BTH 09, Agus Saputera melaporkan bahwa skema antisipatif ini dipilih secara khusus untuk penempatan tenda di Zona 5 bagi kloter-kloter yang berada di kawasan Syisyah.

"Keputusan ini diambil guna menghindari kemudharatan yang lebih besar. Jika jemaah memaksakan diri untuk mabit (bermalam) di Muzdalifah secara normal, tingkat kepadatan yang sangat tinggi dikhawatirkan akan membawa risiko keselamatan yang sangat fatal bagi para jemaah," jelasnya.

Pergerakan 11 Rombongan dan Pelafalan Niat

Pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah dimulai secara terstruktur pada pukul 17.00 WAS, tanggal 8 Zulhijjah 1447 H (bertepatan dengan Senin malam, 25 Maret 2026). Proses pendorongan jemaah ini menggunakan sistem bus penuh.

"Begitu satu bus terisi penuh oleh jemaah, bus tersebut akan langsung diberangkatkan, dan sistem ini terus berulang hingga seluruh 11 bus atau 11 rombongan tuntas diberangkatkan," lanjutnya.

Sementara itu, Pembimbing Ibadah (Bimbad) Kloter BTH 09, H. Suryandi Temala, Lc., M.A., memastikan seluruh tahapan syariat berjalan sesuai tuntunan sejak dari hotel.

"Niat haji dilafadzkan setelah memakai pakaian ihram dan dilafadzkan di hotel atau di dalam bus," terang H. Suryandi Temala, memberikan panduan langsung kepada para jemaah yang bersiap menempuh perjalanan menuju Arafah.

Malam di Arafah Menuju Puncak Wukuf

Seluruh rombongan BTH 09 dilaporkan telah tiba dengan selamat di padang Arafah pada memasuki tanggal 9 Zulhijjah, tepatnya pada Senin malam pukul 09.00 WAS (21.00 waktu setempat). Setibanya di sana, jemaah langsung ditempatkan dan diistirahatkan di dua tenda besar yang telah disiapkan.

Jemaah menghabiskan malam di Arafah dengan memperbanyak zikir dan doa, menunggu hingga tanggal 9 Zulhijjah siang. Menjelang masuknya waktu salat Zuhur, momentum yang paling dinantikan pun tiba, yakni tanda dimulainya wukuf sebagai rukun dan puncak ibadah haji.

"Alhamdulillah, pelaksanaan wukuf pada musim haji 1447 H ini berjalan lancar dan khusyuk, sesuai dengan tuntunan syariah dan manasik yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW," katanya.

Kesuksesan dan kelancaran rangkaian ibadah di Arafah ini tentu tidak lepas dari izin Allah SWT, serta berkat iringan doa yang tiada henti dari seluruh lapisan masyarakat Riau. Seluruh jemaah kini berharap dan berdoa agar ibadah mereka diterima dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....