Puncak Haji 2026, Jemaah Asal Jombang Mulai Bergerak ke Arafah

  • 25 Mei 2026 16:55 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Sebanyak 1.261 jemaah haji asal Kabupaten Jombang mulai diberangkatkan menuju Arafah untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji atau Armuzna. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap pada Senin, 25 Mei 2026, bertepatan dengan 8 Dzulhijjah untuk kloter 60, 61, 62, dan 63.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang, Ilham Rohim, mengatakan seluruh petugas kloter, pembimbing ibadah, hingga tenaga kesehatan telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada jemaah sejak sebelum puncak haji dimulai.

Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik sehingga jemaah diminta menjaga kesehatan agar mampu mengikuti seluruh rangkaian ibadah hingga selesai.

“Seluruh jemaah sudah mendapatkan pendampingan maksimal, baik terkait kesehatan maupun pelaksanaan ibadah selama Armuzna,” ujarnya.

Ilham menjelaskan, wukuf di Arafah akan berlangsung pada 9 Dzulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026. Setelah itu, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit pada malam 10 Dzulhijjah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina guna melaksanakan lempar jumrah.

“Secara umum kondisi kesehatan jemaah haji asal Jombang dilaporkan baik. Namun, terdapat satu jemaah dari kloter 63 yang tidak dapat mengikuti rangkaian Armuzna karena sakit dan masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi sehingga pelaksanaan hajinya dibadalhajikan,” ujarnya.

Sementara itu, Pembimbing Ibadah Kloter 61 Kabupaten Jombang, Muhajir, menyebut sebanyak 380 jemaah dalam kloter tersebut diberangkatkan menuju Arafah menggunakan bus yang telah disiapkan pihak maktab. Ia memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap menjalani puncak ibadah haji.

“Jemaah terus diingatkan untuk menjaga pola makan, memperbanyak istirahat, dan mengurangi aktivitas yang menguras tenaga menjelang wukuf,” katanya.

Selain itu, jemaah juga diminta mewaspadai cuaca ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 41 hingga 47 derajat Celsius. Petugas mengimbau jemaah untuk membatasi aktivitas di luar tenda guna menghindari risiko dehidrasi maupun headstrokes saat menjalani rangkaian Armuzna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....