Tinjau Daker Madinah, Destita Minta Pelayanan Jemaah Haji Terus Ditingkatkan
- 24 Mei 2026 20:07 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Madinah - Anggota Tim Pengawas Haji DPD RI/MPR RI, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., melakukan kunjungan kerja ke Kantor Operasional Haji Daerah Kerja Madinah, Arab Saudi, Sabtu 23 Mei 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh layanan terhadap jemaah haji Indonesia berjalan optimal, khususnya bagi jemaah lansia dan kelompok risiko tinggi.
Kedatangan rombongan Timwas Haji DPD RI/MPR RI disambut langsung Kepala Daerah Kerja Madinah, Dr. Khalilurrahman. Dalam pemaparannya, Khalilurrahman menjelaskan operasional layanan jemaah di Daker Madinah secara umum berjalan lancar dan terkendali melalui koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat.
Ia menyebutkan jumlah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada Daker Madinah tahun 1447 H/2026 mencapai 563 orang. Selain itu terdapat 248 tenaga pendukung yang membantu pelayanan jemaah selama berada di Madinah.
Menurut Khalilurrahman, layanan terhadap jemaah lansia dan disabilitas menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Petugas melakukan visitasi harian ke kamar jemaah untuk memantau kondisi kesehatan, kepatuhan minum obat bagi penderita komorbid, perawatan luka ringan, hingga edukasi menjaga stamina di tengah cuaca panas Arab Saudi.
Petugas juga memberikan layanan khusus menjelang keberangkatan jemaah dari Madinah menuju Makkah. Di antaranya melakukan skrining ulang terhadap jemaah risiko tinggi dan lansia, membantu memandikan jemaah non-mandiri sebelum berihram, mengawal proses perpindahan dari hotel ke lobi, hingga membantu barang bawaan.
Selain itu, Daker Madinah juga menyiapkan layanan penanganan jemaah terpisah dari rombongan. Petugas secara responsif membantu jemaah yang kebingungan atau lupa arah jalan menuju hotel, membantu pelacakan ID card yang tercecer, serta berkoordinasi dengan ketua kloter untuk memastikan jemaah kembali aman.
Dalam data keberangkatan haji gelombang pertama, Daker Madinah mencatat sebanyak 267 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Madinah Al-Munawwarah. Total jemaah reguler yang telah diberangkatkan pada fase tersebut mencapai 103.732 orang.
Sementara dari sisi kesehatan, data kumulatif mencatat sebanyak 19.221 jemaah menjalani rawat jalan dan 330 kasus dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Hingga saat ini tercatat 15 jemaah wafat selama proses penyelenggaraan ibadah haji berlangsung.
Adapun penyakit dominan yang dialami jemaah meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 3.476 kasus, hipertensi primer 3.095 kasus, dan myalgia sebanyak 1.314 kasus. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Timwas Haji agar layanan kesehatan terus diperkuat.
Dalam paparannya, Khalilurrahman juga menyampaikan layanan akomodasi di Madinah saat ini mampu menampung 104.796 jemaah dan petugas yang tersebar di 94 hotel untuk 267 kloter. Seluruh hotel dipastikan berada di kawasan Markaziyah atau Ring Road dengan jarak terjauh sekitar 700 meter dari Masjid Nabawi.
Ia mengatakan tahun ini terdapat sejumlah hotel bintang lima yang digunakan untuk jamaah haji reguler Indonesia di Madinah. Di antaranya Hotel Hilton Madinah, Dallah Taibah, Dar Al Eiman Intercontinental, Millennium Al Aqeeq, Maysan Al Harithia, Sofitel Shahd Al Madinah, Milenium Taibah, dan InterContinental Dar Al Hijra.
Sementara untuk layanan konsumsi, tercatat sebanyak 2.625.371 box makanan telah disiapkan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah dan Madinah. Sebanyak 23 penyedia konsumsi dilibatkan dalam layanan tersebut dengan sistem distribusi digital real-time yang terintegrasi melalui sistem E-Hajj atau Masar Elektronik milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Khalilurrahman menambahkan layanan transportasi juga menjadi salah satu fokus pembenahan pada musim haji tahun ini. Mulai dari kesiapan armada bus, pengaturan area parkir, layanan prioritas bagi lansia dan pengguna kursi roda, hingga pemberangkatan berbasis rombongan dalam satu kloter untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.
Menanggapi pemaparan tersebut, Senator Bengkulu Apt. Destita Khairilisani mengapresiasi berbagai terobosan pelayanan yang dilakukan pemerintah dan PPIH Arab Saudi di Madinah. Menurutnya, pelayanan terhadap jemaah Indonesia tahun ini terlihat semakin tertata, modern, dan lebih memperhatikan aspek kemanusiaan terutama bagi lansia serta jemaah risiko tinggi.
Destita juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah atas kerja keras dan berbagai inovasi yang dilakukan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Ia menilai meskipun kementerian tersebut baru terbentuk, namun sudah mampu menghadirkan sistem layanan yang lebih terintegrasi, cepat, dan adaptif terhadap kebutuhan jemaah di lapangan.
“Berbagai inovasi pelayanan mulai dari digitalisasi konsumsi, penguatan layanan kesehatan, akomodasi yang lebih baik hingga sistem transportasi yang tertata menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji. Ini patut diapresiasi karena dampaknya langsung dirasakan jemaah,” ujar Anggota Komite III itu.
Ia menegaskan Tim Pengawas Haji DPD RI/MPR RI akan terus melakukan pemantauan langsung di lapangan guna memastikan seluruh jemaah mendapatkan hak pelayanan secara maksimal. Destita berharap koordinasi lintas layanan terus diperkuat agar seluruh rangkaian ibadah haji berjalan aman, nyaman, lancar, dan memberikan kenyamanan terbaik bagi seluruh jemaah Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....