Jelang Puncak Haji, Kondisi Jemaah Haji Magetan Relatif Stabil
- 22 Mei 2026 18:03 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Kondisi jemaah haji asal Kabupaten Magetan menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) dipastikan dalam keadaan relatif baik. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Magetan menyebut sebagian besar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar.
Kepala Kantor Kemenhaj Magetan, Ida Dwi Martini, mengatakan seluruh jemaah asal Magetan saat ini masih menjalankan ibadah haji di Tanah Suci dengan kondisi yang terpantau baik.
“Alhamdulillah jamaah haji Kabupaten Magetan semuanya dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan lancar. Mohon doanya agar seluruh jamaah dan petugas diberikan kesehatan serta kemudahan saat menjalankan Armuzna,” ujarnya, Jumat (22/5/2026)
Meski demikian, terdapat satu jemaah asal Magetan yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Jemaah tersebut tergabung dalam Kloter 20 atas nama Ahmad Suryani, warga Kecamatan Ngariboyo, berusia 61 tahun.
Menurut Ida, jemaah tersebut sebelumnya menjalani operasi saluran pernapasan sehingga hingga kini masih dalam pemantauan tim medis. Apabila saat puncak haji kondisinya belum memungkinkan untuk keluar dari rumah sakit, maka pelaksanaan Armuzna akan dibadalkan atau mengikuti mekanisme tanazul.
Selain itu, di Kloter 21 juga sempat terdapat dua jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit, masing-masing saat berada di Madinah dan Makkah. Namun keduanya kini telah dinyatakan sehat dan kembali bergabung bersama rombongan.
"Sempat dirawat pak Teguh Wiyono dan pak Sumino dari kloter 21 dan per tanggal 12 Mei kami mendapat informasi dari dokter kloter bahwa kedua jamaah tersebut sudah keluar dari rumah sakit dan kembali bergabung dengan Kloter 21 dalam keadaan sehat,” katanya.
Kemenhaj Magetan juga terus memantau kondisi jemaah lanjut usia maupun yang masuk kategori risiko tinggi. Sebelum keberangkatan, sejumlah jemaah memang telah terdata membutuhkan perhatian khusus. Namun kondisi di lapangan menunjukkan tidak seluruh jemaah risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan selama di Tanah Suci.
Sebaliknya, terdapat pula jemaah yang sebelumnya terlihat sehat namun kemudian memerlukan penanganan khusus. Karena itu, petugas kloter terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi kesehatan jemaah.
“Kondisi disana memang sangat dinamis ya, semoga semua diberikan kelancaran mohon doanya,” tukasnya.
Adapun total jemaah haji Kabupaten Magetan yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 548 orang. Jumlah tersebut sudah final dan tidak ada lagi jemaah cadangan yang naik status. Tergabung dalam 6 kloter baik utuh maupun gabungan dengan daerah lain, yakni kloter 20, 21, 22, 41, 62 dan 63.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....