Tips Hindari suhu Panas Saat Ibadah di Tanah Suci
- 14 Mei 2026 08:31 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Cuaca panas yang terik sering menjadi tantangan utama bagi para jemaah haji maupun umrah di Tanah Suci. Suhu udara di Arab Saudi, terutama pada musim panas, bisa melonjak tinggi dan berisiko memicu dehidrasi hingga heatstroke (sengatan panas).
Untuk memastikan ibadah tetap berjalan lancar dan khusyuk, jemaah diimbau untuk melakukan persiapan fisik dan menerapkan beberapa langkah pencegahan. Langkah pertama dan paling vital adalah menjaga hidrasi tubuh. Jemaah disarankan meminum air putih atau air Zam-zam setidaknya 200-300 ml setiap jam tanpa perlu menunggu rasa haus datang.
Selain itu, sangat penting untuk membekali diri dengan perlengkapan pelindung. Penggunaan payung (sebaiknya berwarna terang), kacamata hitam yang dilengkapi pelindung UV, dan masker saat berada di luar ruangan terbukti efektif mengurangi paparan langsung sinar matahari. Mengaplikasikan tabir surya pada kulit yang terbuka juga sangat dianjurkan untuk mencegah kulit terbakar.
Mengatur jadwal ibadah juga menjadi strategi yang cerdas. Hindari berada di area terbuka pada jam-jam puncak panas, yakni antara pukul 10.00 pagi hingga 16.00 sore. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu ini untuk beristirahat di dalam penginapan atau beribadah di dalam area masjid yang sejuk dan ber-AC.
Pemerintah Arab Saudi juga telah menyediakan berbagai fasilitas pendingin, seperti kipas kabut (misting fan) yang tersebar di pelataran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Jemaah bisa memanfaatkan area tersebut saat harus beraktivitas di luar.
Menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri adalah kunci utama. Dengan persiapan yang tepat, jemaah dapat tetap sehat dan nyaman selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....