Jemaah Haji Lhokseumawe Siap Berangkat Gabung Kloter 11

  • 23 Apr 2026 21:02 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe– Persiapan keberangkatan jemaah haji Kota Lhokseumawe tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah memasuki tahap akhir. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Lhokseumawe, H. Jamaluddin, menyatakan bahwa seluruh dokumen jemaah, termasuk paspor dan visa, telah tuntas diproses.

“Alhamdulillah, tahun ini Kota Lhokseumawe memiliki 241 jemaah yang sudah siap dengan seluruh dokumennya. Persiapan sudah ready, tinggal beberapa persen lagi untuk penyelesaian teknis,” ujar H. Jamaluddin dalam keterangannya, Kamis 23 April 2026.

H. Jamaluddin menjelaskan bahwa pembinaan manasik haji telah rampung dilaksanakan sebelum bulan Ramadan lalu. Selain dokumen perjalanan, koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan juga telah memastikan seluruh jemaah menjalani tahapan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi.

"Pengecekan kesehatan, mulai dari suntik meningitis hingga vaksin influenza, sudah dilakukan secara bertahap dan semuanya sudah siap," tambahnya.

Dalam waktu dekat, pihak Kankemenag akan mulai mendistribusikan koper kepada para jemaah. Saat ini, koper tersebut sedang dalam proses penyablonan identitas agar tidak tertukar.

"Insya Allah satu minggu lagi akan kita bagikan kepada jemaah, sehingga jemaah tidak terburu-buru mempersiapkan bekal untuk perjalanan selama kurang lebih 40 hari di Arab Saudi," jelasnya.

Jadwal Keberangkatan dan Komposisi Kloter

Jemaah haji asal Lhokseumawe dipastikan akan bergabung dalam Kloter 11 bersama jemaah dari beberapa kabupaten/kota lain di Aceh, dengan rincian:

Kota Lhokseumawe: 240 Jemaah (Total 241 dengan petugas/tambahan)

Aceh Utara: 138 Jemaah

Sabang: 2 Jemaah

Pidie: 1 Jemaah

Aceh Tamiang: 1 Jemaah

Total kapasitas kursi untuk kloter ini penuh sebanyak 393 orang termasuk petugas. Berdasarkan jadwal, jemaah dijadwalkan masuk ke asrama haji pada 15 Mei 2026.

Mengingat waktu keberangkatan yang semakin dekat, H. Jamaluddin mengimbau para jemaah untuk menjaga kondisi fisik. Ia menekankan agar jemaah tidak terlalu memporsir energi dalam kegiatan seremonial adat seperti peusijuek (tepung tawar).

"Kami imbau jemaah jangan sampai energinya terkuras habis untuk kegiatan seremonial. Kalau bisa, dua minggu sebelum berangkat jemaah harus sudah fokus beristirahat agar kondisi tubuh fit saat hari keberangkatan," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....