Puluhan Jemaah Calon Haji Asal Banten Berisiko Tinggi
- 23 Apr 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 80 jemaah calon haji asal Banten masuk kategori berisiko tinggi yang harus mendapatkan penanganan khusus
- Tercatat jemaah calon haji tertua di Tangerang menyentuh usia 82 tahun
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 80 jemaah calon haji asal Banten masuk kategori berisiko tinggi. Mereka memerlukan penanganan khusus selama proses ibadah haji.
Jumlah jemaah calon haji mencapai 9.192 orang dari berbagai daerah. Mereka terbagi dalam 24 kelompok terbang menuju Tanah Suci.
Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, sebanyak 80 jemaah termasuk kategori berisiko tinggi. Kelompok ini membutuhkan perhatian medis dan pendampingan ekstra.
Selain itu jemaah tertua di Tangerang tercatat berusia 82 tahun. Faktor usia menjadi salah satu indikator risiko kesehatan.
Sebanyak 393 jemaah kloter pertama berasal dari Kota Tangerang. Jumlah sama juga diberangkatkan dari Tangerang Selatan.
“Total ada 9.192 jemaah calon haji tahun ini. Sebanyak 80 jemaah masuk kategori berisiko tinggi,” ujar Andra di Tangerang, Kamis, 23 April 2026.
Ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pemberangkatan jemaah tahun ini. Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik.
“Doa kami seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kelancaran ibadah. Semoga mereka kembali dengan predikat haji mabrur,” ucapnya.
Tahun ini jemaah tidak lagi berangkat melalui Asrama Haji Pondok Gede. Pemerintah telah mengoperasikan asrama haji di Banten.
Pemberangkatan kini dilakukan melalui Asrama Haji Grand El Hajj Cipondoh. Fasilitas ini digunakan pertama kali untuk jemaah Banten.
Andra menyebut fasilitas tersebut hasil sinergi lintas instansi. Dukungan pemerintah daerah turut mempercepat realisasi proyek.
Ia menambahkan kolaborasi melibatkan kementerian dan pemerintah daerah terkait. Hibah lahan menjadi faktor penting pembangunan fasilitas.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan haji. Pemerintah kota memberikan bantuan dana akomodasi.
“Akomodasi jamaah kami dukung melalui dana hibah daerah. Nilainya kurang lebih mencapai satu miliar rupiah,” kata Sachrudin.
Dukungan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan jemaah selama proses keberangkatan. Fasilitas yang memadai juga memperlancar tahapan ibadah.
Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan haji. Fokus utama adalah keselamatan dan kesehatan jemaah.
Dengan berbagai persiapan tersebut diharapkan ibadah berjalan lancar. Seluruh jemaah diharapkan kembali dengan selamat ke Tanah Air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....