‘Rute Makkah’ 2026 Dibuka, Jemaah Haji Berangkat Perdana dari Soetta
- 22 Apr 2026 14:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penerbangan perdana jemaah haji penerima manfaat inisiatif Rute Makkah resmi diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
- Keberangkatan ini menandai dimulainya kembali implementasi layanan Rute Makkah yang bertujuan menyederhanakan proses keberangkatan jemaah haji sejak dari negara asal.
- Sejak pertama kali diluncurkan pada 2017, inisiatif ini tercatat telah melayani lebih dari 1,25 juta jemaah haji dari berbagai negara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penerbangan perdana jemaah haji penerima manfaat inisiatif Rute Makkah resmi diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kemudian, menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi, Rabu, 22 April 2026, dini hari.
Keberangkatan ini menandai dimulainya kembali implementasi layanan Rute Makkah yang bertujuan menyederhanakan proses keberangkatan jemaah haji sejak dari negara asal. Melalui inisiatif tersebut, berbagai prosedur keimigrasian dilakukan lebih awal di bandara keberangkatan.
Jemaah tidak lagi perlu mengantre panjang saat tiba di Arab Saudi. Karena seluruh proses, termasuk perekaman data biometrik dan penerbitan visa haji, telah diselesaikan secara elektronik.
Selain itu, pemeriksaan dokumen perjalanan juga dilakukan setelah verifikasi persyaratan kesehatan jemaah. Barang bawaan jemaah diberi label dan disortir sesuai dengan pengaturan transportasi serta akomodasi di Arab Saudi.
Setibanya di Madinah, jemaah akan langsung diarahkan menuju bus yang telah disiapkan untuk mengantar mereka ke tempat akomodasi di Makkah maupun Madinah melalui jalur yang telah ditentukan. Sementara itu, distribusi bagasi ditangani oleh pihak berwenang terkait.
Inisiatif Rute Makkah merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dan telah berjalan selama delapan tahun. Program ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Luar Negeri, Kesehatan, Haji dan Umrah, serta Media.
Kemudian, Otoritas Umum Penerbangan Sipil, Program Pelayanan Tamu Allah, Direktorat Jenderal Paspor, serta mitra digital stc Group. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2017, inisiatif ini tercatat telah melayani lebih dari 1,25 juta jemaah haji dari berbagai negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....