Gorontalo Perkuat Kendali Inflasi dan Digitalisasi
- 05 Feb 2026 10:18 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Gorontalo menggelar High Level Meeting (HLM) TPID & TP2DD pada Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Saronde Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo ini bertujuan memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan dalam pengendalian inflasi serta percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
HLM mengusung tema “Akselerasi Program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah dan Penguatan Sinergi Program Pengendalian Inflasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo yang Inklusif dan Berkelanjutan.” Forum ini menjadi wadah koordinasi strategis dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong transformasi digital tata kelola keuangan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Drs. Sofian Ibrahim, M.Si, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo Espin Tulie, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo Adnan Wimbyarto, Kepala BPS Provinsi Gorontalo Dr. Watekhi, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana yang menyampaikan keynote speech.
Dalam forum tersebut disampaikan capaian kinerja TPID Provinsi Gorontalo sepanjang 2025 yang dinilai cukup berhasil. Tingkat inflasi Gorontalo tercatat relatif rendah sebesar 2,52 persen (year on year). Atas capaian tersebut, Provinsi Gorontalo meraih penghargaan runner-up TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2025. Penghargaan serupa juga diraih Kota Gorontalo sebagai runner-up TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik 2025.

Ke depan, upaya pengendalian inflasi diarahkan pada mitigasi risiko lonjakan harga komoditas pangan strategis melalui penguatan hilirisasi pangan. Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian antara lain beras, cabai rawit, bawang merah, perikanan, dan jagung sebagai pakan ternak. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan sejalan dengan agenda prioritas nasional seperti swasembada pangan, pembangunan desa, penguatan koperasi desa dan kelurahan, serta pemberdayaan UMKM.
Selain pengendalian inflasi, HLM juga menekankan pentingnya akselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Bank Indonesia Provinsi Gorontalo bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait yang tergabung dalam TP2DD didorong untuk memperluas transaksi non tunai guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara transparan dan akuntabel, serta meningkatkan efektivitas belanja daerah.
Untuk mendukung target Championship TP2DD 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menyiapkan sejumlah program inovatif. Di antaranya SHERLYGO! (Sinergi Hebat Program Unggulan of the Year Gorontalo), yakni perlombaan program unggulan TP2DD antar pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan pajak dan retribusi daerah berbasis non tunai.
Program lainnya adalah BENTOR (Blusukan Implementasi Program Unggulan) melalui kunjungan langsung ke pemerintah daerah guna memastikan implementasi program berjalan efektif. Selanjutnya SARONDE (Silaturahmi Bulanan Organisasi TP2DD) sebagai forum koordinasi rutin yang disinergikan dengan HLM dan capacity building. Terakhir, PARISGO (Pejuang QRIS Gorontalo) yang mendorong pemanfaatan QRIS dalam penerimaan pajak dan retribusi daerah.
Melalui HLM TPID & TP2DD ini, seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama untuk menjaga inflasi tetap terkendali, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Ramadan dan Idulfitri 2026, serta mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan ekonomi Gorontalo yang stabil, inklusif, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....