Tarif Listrik dan Harga Emas Penyebab Kenaikan Inflasi
- 03 Feb 2026 13:57 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Tarif Listrik dan Harga Emas menjadi penyebab kenaikan inflasi pada Januari 2026 di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Inflasi tahunan Kabupaten Belitung Timur pada Januari 2026 mencapai 3,09%.
Kepala BPS Kabupaten Belitung Timur, Dwi Widiyanto melalui Statistisi Ahli Madya, Fetia p Widiastuti mengatakan inflasi tahunan yang terjadi saat ini terutama dipengaruhi oleh komponen tarif listrik. Tanpa adanya diskon tarif listrik sebesar 50 persen pada Januari tahun lalu, angka inflasi diperkirakan tidak akan setinggi 3,09 persen seperti yang tercatat saat ini.
Dari total inflasi 3,09 persen tersebut, andil tarif listrik mencapai 1,65 persen atau lebih dari separuh total inflasi. Kondisi ini dipicu oleh perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2026 terhadap Januari 2025, di mana pada Januari 2025 tarif listrik justru mengalami deflasi cukup tinggi sebesar 1,6 persen
"Sebenarnya kalau dilihat dari grafiknya ini aman terkendali, namun ada titik-titik yaitu pada Januari dan Februari 2025 di mana kelompok ini memberikan andil yang cukup besar untuk deflasi tahunan pada bulan tersebut yaitu dengan adanya diskon tarif listrik," kata Fetia pada Selasa, 3 Februari 2026.
Selain tarif listrik, komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar kedua. Kenaikan harga emas perhiasan yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir bahkan mencapai andil tertinggi sepanjang periode 2024 hingga 2026, yakni sebesar 0,82 persen pada Januari.
Kenaikan harga emas tersebut turut dirasakan masyarakat. Salah seorang warga, Yunita (29), mengaku harga emas perhiasan saat ini jauh lebih mahal dibandingkan tahun lalu.
“Kalau sekarang mau beli emas mikir dua kali, harganya naik terus. Biasanya buat tabungan atau persiapan lebaran, tapi sekarang jadi ditunda,” ujarnya.
Kenaikan tarif listrik dan harga emas perhiasan berdampak secara nasional. Tarif listrik merupakan kebijakan pemerintah pusat, sementara harga emas dipengaruhi pasar global, sehingga seluruh kabupaten dan kota di Indonesia mengalami kondisi yang relatif sama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....