Atasi Demensia dengan Membaca Buku Fiksi
- 20 Apr 2026 08:09 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Membaca buku fiksi ternyata memberi manfaat jauh lebih besar dari sekadar hiburan semata. Riset ilmiah terbaru membuktikan kebiasaan ini berdampak nyata pada empati, kesehatan mental, dan koneksi sosial pembacanya.
Melansir dari neurosciencenews.com, membaca fiksi terbukti mengaktifkan area otak yang terkait dengan empati dan koneksi sosial antar manusia. Pembaca fiksi juga dilaporkan mengalami berkurangnya rasa kesepian, tidur lebih baik, dan tingkat stres yang lebih rendah.
Membaca fiksi secara rutin bahkan dikaitkan dengan risiko lebih rendah mengalami penurunan kognitif dan demensia. Temuan ini menjadikan kebiasaan membaca fiksi sebagai salah satu aktivitas paling bermanfaat bagi kesehatan otak jangka panjang.
| Baca juga: Perbedaan Buku Fiksi dan Nonfiksi |
Selain itu, penelitian dari Pubmed Central mengonfirmasi bahwa membaca fiksi berkaitan erat dengan kemampuan empati dan Theory of Mind. Theory of Mind adalah kemampuan memahami bahwa orang lain memiliki pikiran dan perasaan yang berbeda dari diri sendiri.
Studi tersebut menemukan bahwa kebiasaan membaca fiksi berkorelasi positif dengan keterampilan sosial dan kemampuan memahami orang lain. Hasil ini konsisten dengan berbagai penelitian sebelumnya yang dilakukan di berbagai negara berbeda.
Berbeda dengan interaksi digital, membaca mengaktifkan area otak yang membantu manusia memahami orang lain secara lebih mendalam. Hal ini menjadikan membaca fiksi sebagai solusi rendah teknologi namun ampuh untuk mengatasi isolasi sosial modern.
Dengan segudang manfaat yang telah terbukti secara ilmiah tersebut, membaca fiksi layak dijadikan kebiasaan harian. Investasi waktu yang sederhana ini berdampak besar bagi kecerdasan emosional dan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....