Yu.An Batik: Perjalanan Sambal Pecel Menjadi Kain Bermakna

  • 06 Mar 2026 08:59 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Nama Any Harijanti kini dikenal sebagai owner Yu.An Batik yang beralamat di Jalan Sarana Mulya, Rejomulyo, Kartoharjo, Kota Madiun.

Perjalanan usahanya di dunia batik dimulai pada 2018, berawal dari sebuah pelatihan membatik di kawasan Winongo.

“Untuk membatik saya mulai tahun 2018. Awal mulanya ada pelatihan di Winongo, terus saya dikasih info untuk ikut pelatihan. Di pelatihan itu saya diajari dari nol, dari kain putih sampai menjadi kain jadi,” ujar Any.

Ketertarikannya pada batik sejatinya telah tumbuh sejak kecil. Ia mengingat momen ketika diminta sang nenek mengantarkan sesuatu ke tetangga yang ternyata seorang pembatik.

“Dari kecil itu saya ke rumah nenek. Tetangga nenek saya bikin batik. Saya terngiang-ngiang sampai dewasa, rasanya kok unik, menarik.

Jadi ingin,” kenangnya.

Sebelum terjun ke dunia batik, Any lebih dulu berkecimpung di usaha kuliner sebagai produsen sambal pecel. Usaha itu masih dijalankan hingga kini, meski persaingan yang semakin ketat membuat produksinya berbasis pesanan.

“Dulu yang bikin sambal pecel cuma beberapa orang, sekarang sudah banyak sekali. Jadi saya cuma bikin kalau ada orderan saja. Batik ini jadi peluang lain juga,” jelasnya.

Dalam proses membatik, Any menemukan kepuasan tersendiri. Kegemarannya menggambar menjadi bekal penting dalam menciptakan motif. Ia mengaku paling menikmati proses mencanting, terutama untuk motif yang rumit dan penuh detail.

“Kalau semakin rumit saya semakin ingin mendalami. Yang sulit itu justru saya senang. Apalagi yang gambarnya full, saya semakin senang. Lebih tertantang,” katanya.

Ciri khas Yu.An Batik terletak pada motif yang penuh (full motif) dengan detail rapat serta pewarnaan racikan sendiri. Untuk jenis produk, ia memproduksi batik tulis dan cap, namun batik tulis menjadi primadona meski harganya lebih tinggi.

“Kalau full itu bisa seminggu sampai sembilan hari. Otomatis harganya beda. Biasanya ada yang komentar kok lebih mahal, tapi saya jelaskan prosesnya tidak sama. Kalau yang paham prosesnya, biasanya bilang enggak mahal,” ungkapnya.

Dalam sebulan, Any mampu memproduksi sekitar empat hingga lima kain batik tulis, mengingat seluruh proses dikerjakan sendiri dari awal hingga akhir.

Sang suami turut membantu pada tahap persiapan alat dan proses tertentu seperti nglorot, namun selebihnya ia tangani sendiri.

“Kalau di tempat saya ya saya sendiri. Dari nol sampai jadi. Itu yang bikin lama, tapi saya senang,” tuturnya.

Bagi Any, bertahan di dunia batik bukan semata soal keuntungan ekonomi, melainkan kecintaan dan kepuasan batin. Ia merasa bangga ketika hasil karyanya dikenakan orang lain.

“Yang pertama kan senang dulu. Orang kalau senang ya tetap mempertahankan kesukaannya. Di samping itu ya melestarikan budaya Indonesia. Tidak semua orang bisa dan suka nyanting. Saya suka saja untuk mempertahankan ini,” tegasnya.

Untuk pemasaran, Yu.An Batik masih mengandalkan promosi sederhana melalui status WhatsApp dan Instagram. Pembeli biasanya datang langsung ke rumah. Meski belum merambah marketplace, produknya telah menjangkau wilayah Madiun hingga luar pulau.

Selain produksi, Any juga pernah menerima permintaan pelatihan membatik dari pelajar, salah satunya dari SMA Negeri 2. Ia menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari edukasi dan pelestarian budaya.

“Harus telaten. Itu tantangannya. Tapi saya kok suka ya, enggak ada malasnya,” katanya sambil tersenyum.

Ke depan, Any berharap batik tidak hanya menjadi usaha sampingan, tetapi juga keterampilan hidup yang bisa diwariskan. Ia bahkan telah mengajarkan anaknya menggambar, mencanting, hingga mewarnai.

“Harapan saya nanti bisa jadi keterampilan untuk bertahan hidup. Semua orang sebaiknya punya keterampilan. Untungnya anak saya mau belajar,” pungkasnya.

Dari dapur sambal pecel hingga meja canting, perjalanan Yu.An Batik menjadi bukti bahwa ketekunan, kecintaan pada budaya, dan keberanian mencoba hal baru dapat membuka jalan rezeki sekaligus menjaga warisan bangsa tetap hidup.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....