Kecil-Kecil Cabe Rawit, Ini Profil Cut Ayla Azzura, Juara 1 Duta Muda CBP Rupiah 2026

  • 14 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Usianya baru menginjak 18 tahun, namun deretan prestasi yang diraih Cut Ayla Azzura sudah membawanya bersaing hingga tingkat nasional. Mahasiswi baru Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh ini berhasil dinobatkan sebagai Juara 1 Duta Muda Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian terbaru Ayla setelah sebelumnya aktif di berbagai bidang, mulai dari kepemudaan, public speaking, literasi, seni, olahraga, hingga edukasi masyarakat.

Pada 2025, Ayla sukses meraih Juara 1 Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Cabang Baca Puisi Tingkat Provinsi Aceh, sehingga berhak mewakili Aceh pada ajang FLS3N tingkat nasional. Di tahun yang sama, ia juga dipercaya sebagai Duta Pelajar Anti Narkoba Provinsi Aceh 2025, yang menjadi awal kiprahnya dalam mengedukasi generasi muda.

Memasuki 2026, prestasi Ayla terus bertambah. Ia dinobatkan sebagai Inong Wakil II Kabupaten Bireuen 2026. Kurang dari sepekan setelah menerima gelar tersebut, Ayla kembali mempersiapkan diri mengikuti CBP Duta Muda Championship 2026.

Berkat kerja keras, disiplin, dan persiapan yang matang, Ayla akhirnya berhasil meraih gelar Juara 1 Duta Muda CBP Rupiah 2026 KPwBI Lhokseumawe. Kemenangan itu sekaligus mengantarkannya untuk melaju ke tingkat nasional melalui ajang Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI).

Tak hanya berprestasi di dunia pageant dan edukasi, Ayla juga aktif di bidang olahraga. Saat ini ia tengah mempersiapkan diri memperkuat Kontingen Kota Lhokseumawe pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) Aceh Jaya 2026 di cabang bola basket putri. Ia dipercaya sebagai kapten tim, sebuah amanah yang mencerminkan jiwa kepemimpinan, disiplin, dan kerja sama yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun.

Ayla mengaku tidak menyangka dapat keluar sebagai juara mengingat usianya yang masih muda dibandingkan peserta lainnya.

"Sejujurnya saya masih sangat speechless dan ini benar-benar di luar prediksi saya. Di usia saya yang baru 18 tahun, saya harus bersaing dengan peserta-peserta luar biasa yang sebagian besar usianya sudah di atas 20 tahun. Awalnya saya sempat merasa ragu apakah saya mampu bersaing di ajang ini," ujarnya.

Meski demikian, keraguan tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk mempersiapkan diri secara maksimal, mulai dari memperdalam materi, meningkatkan kemampuan public speaking, hingga memperkuat mental menghadapi kompetisi.

"Saya sangat bersyukur karena seluruh proses, kerja keras, doa, dan dukungan dari keluarga serta teman-teman akhirnya membuahkan hasil. Gelar ini bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga menjadi amanah bagi saya untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mencintai, bangga, dan memahami Rupiah," katanya.

Menurut Ayla, persaingan selama kompetisi berlangsung sangat kompetitif karena seluruh finalis memiliki kualitas yang sangat baik, baik dari sisi wawasan mengenai kebanksentralan, kemampuan berbicara di depan umum, maupun kreativitas dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.

"Melihat kualitas peserta yang begitu baik justru membuat saya semakin termotivasi untuk mempersiapkan diri lebih matang. Kompetisi ini bukan hanya tentang mencari pemenang, tetapi juga tentang bertumbuh bersama dan saling menginspirasi," tuturnya.

Bagi Ayla, setiap prestasi bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia berkomitmen untuk terus belajar, mengabdi kepada masyarakat, serta membawa nama baik Aceh melalui berbagai bidang yang digelutinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....