Psikolog Soroti Risiko Gadget Berlebihan saat Libur Sekolah
- 29 Jun 2026 07:02 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Libur sekolah menjadi momen yang dinantikan pelajar untuk beristirahat dari rutinitas belajar. Namun, tanpa pengawasan yang tepat, waktu luang tersebut juga berpotensi membuat anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan gawai. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun psikologis.
Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa penggunaan gadget selama liburan sebenarnya tidak menjadi masalah selama dilakukan secara bijak dan memiliki batasan waktu. Menurutnya, yang perlu diwaspadai adalah penggunaan yang berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Libur sekolah memang memberikan waktu yang lebih longgar, tetapi bukan berarti anak bebas menggunakan gadget tanpa batas. Penggunaan yang berlebihan dapat memengaruhi pola tidur, konsentrasi, hingga kondisi emosional,” ujarnya pada Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Andi, paparan konten digital secara terus-menerus dapat membuat anak sulit melepaskan perhatian dari layar. Akibatnya, mereka menjadi kurang tertarik melakukan aktivitas lain seperti bermain di luar, berolahraga, membaca, atau berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman sebaya.
“Interaksi sosial secara langsung tetap penting bagi perkembangan emosi dan kemampuan komunikasi anak. Jangan sampai seluruh waktu liburan hanya dihabiskan bersama gadget,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga berpotensi meningkatkan risiko kelelahan mental, mudah marah ketika akses internet dibatasi, hingga menurunnya kemampuan mengelola perhatian karena terbiasa menerima hiburan secara instan.
Selain itu, kebiasaan menggunakan gadget hingga larut malam dapat mengganggu kualitas tidur. Padahal, masa liburan seharusnya menjadi kesempatan bagi pelajar untuk memulihkan energi setelah menjalani aktivitas belajar selama satu semester.
Untuk itu, Andi menyarankan orang tua tetap membuat aturan yang disepakati bersama mengenai durasi penggunaan gadget. Orang tua juga dianjurkan mengajak anak melakukan aktivitas alternatif yang menyenangkan, seperti berolahraga, berkebun, memasak, membaca buku, mengikuti kegiatan komunitas, atau berwisata bersama keluarga.
“Yang terpenting bukan melarang gadget sepenuhnya, tetapi menciptakan keseimbangan. Anak tetap bisa menikmati teknologi tanpa kehilangan kesempatan untuk belajar dari pengalaman nyata,” tambahnya.
Andi juga menekankan pentingnya orang tua menjadi teladan dalam penggunaan gadget. Menurutnya, anak akan lebih mudah menerapkan kebiasaan digital yang sehat apabila melihat orang tua juga mampu mengatur waktu penggunaan gawai.
“Libur sekolah adalah momen untuk membangun kedekatan keluarga dan mengembangkan pengalaman baru. Jangan sampai seluruh waktu berkualitas itu tergantikan oleh layar gadget,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....