Bukan Sekedar Berwisata, Tren Wellness dan Experience Tourism Kian Diminati

  • 28 Jun 2026 13:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pola berwisata masyarakat dunia kini mengalami perubahan. Jika dulu liburan identik dengan mengunjungi tempat-tempat populer dan berburu foto di destinasi ikonik, kini semakin banyak wisatawan yang mencari perjalanan yang lebih bermakna. Mereka tidak hanya ingin melihat suatu tempat, tetapi juga ingin merasakan pengalaman baru, memulihkan diri, dan memperoleh ketenangan batin.

Dua tren yang tengah berkembang pesat adalah wellness tourism dan experience tourism. Wellness tourism merupakan perjalanan yang bertujuan meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan spiritual, sedangkan experience tourism lebih menekankan pada pengalaman autentik dan keterlibatan langsung dengan budaya serta kehidupan masyarakat setempat.

Menurut Global Wellness Institute (GWI), wellness tourism adalah perjalanan yang dilakukan untuk mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan pribadi. Aktivitas yang ditawarkan pun beragam, mulai dari yoga, meditasi, spa, terapi alam, hingga retret spiritual yang membantu wisatawan melepaskan diri dari tekanan dan rutinitas sehari-hari.

Di sisi lain, UN Tourism mencatat bahwa wisatawan modern kini lebih tertarik pada pengalaman yang personal dan berkesan. Mereka ingin belajar membatik, memasak kuliner tradisional, tinggal di desa wisata, mengikuti ritual budaya, atau berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal untuk memahami nilai dan kearifan suatu daerah.

Meski memiliki tujuan yang berbeda, kedua tren wisata ini kerap bertemu dalam satu pengalaman perjalanan. Seseorang yang mengikuti ritual minum jamu, meditasi, atau aktivitas di desa budaya tidak hanya mendapatkan pengalaman yang unik, tetapi juga memperoleh ketenangan dan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mentalnya.

Perubahan tren tersebut juga membuka peluang baru bagi industri pariwisata. Destinasi tidak lagi cukup menawarkan pemandangan yang indah, tetapi dituntut mampu menghadirkan pengalaman yang autentik dan memberikan dampak positif bagi wisatawan. Karena itu, budaya, tradisi, kuliner, dan kearifan lokal kini menjadi aset yang semakin bernilai dalam pengembangan pariwisata.

Indonesia dinilai memiliki modal yang sangat kuat untuk mengembangkan kedua konsep wisata tersebut. Kekayaan budaya, tradisi pengobatan herbal, praktik meditasi, seni, serta kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai lokal menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di negara lain. Berbagai aktivitas seperti menikmati jamu, belajar membatik, mengikuti tradisi budaya, hingga menikmati suasana alam yang menenangkan dapat dikemas menjadi produk wisata yang unik dan berkelas dunia.

Di Surakarta, perpaduan antara budaya Jawa dan filosofi hidup yang menekankan harmoni, keseimbangan, serta ketenangan menjadi modal besar dalam mengembangkan wellness dan experience tourism. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, wisata kini bukan lagi sekadar tentang pergi ke suatu tempat, melainkan tentang menemukan pengalaman yang bermakna, memulihkan diri, dan kembali pulang dengan perspektif hidup yang lebih baik. (Wiwik)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....