Siomay ternyata Tinggi Natrium, Menkes Minta Masyarakat Lebih Bijak Konsumsi

  • 24 Jun 2026 10:01 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak dalam makanan sehari-hari. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menyoroti pentingnya menghitung kandungan natrium pada menu makan dan camilan yang sering dianggap aman dikonsumsi.

Dalam unggahan tersebut, Budi menunjukkan bahwa natrium bukan hanya berasal dari garam dapur yang ditambahkan saat memasak. Banyak makanan favorit masyarakat ternyata menyimpan kandungan natrium cukup tinggi tanpa disadari.

Sebagai contoh, dilakukan pengujian laboratorium terhadap tiga menu makan siang yang umum dikonsumsi masyarakat, yakni siomay, soto Betawi, dan bakso. Hasilnya menunjukkan perbedaan kandungan natrium yang cukup signifikan.

  • Bakso: sekitar 1.000 mg natrium
  • Soto Betawi: sekitar 700 mg natrium
  • Siomay: sekitar 1.600 mg natrium

Dari hasil tersebut, siomay menjadi menu dengan kandungan natrium tertinggi.

Menurut Budi, tingginya kandungan natrium pada siomay bukan semata berasal dari bahan utamanya, melainkan dari penggunaan bumbu pendamping, terutama saus dan bumbu kacang yang sering dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Ia mengingatkan bahwa jika seseorang mengonsumsi satu porsi siomay setiap hari tanpa memperhatikan jumlah bumbu, risiko asupan natrium berlebih dapat meningkat dan dalam jangka panjang berpotensi memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Kementerian Kesehatan sendiri merekomendasikan konsumsi natrium harian maksimal 2.000 mg per orang per hari, yang setara dengan sekitar 5 gram garam atau satu sendok teh.

Karena itu, Budi menyarankan masyarakat untuk mulai mengubah pola konsumsi tanpa harus menghindari makanan favorit sepenuhnya.

“Kalau mau makan siomay, fokus ambil proteinnya saja. Bumbu jangan terlalu banyak supaya tetap dapat manfaat gizinya tanpa asupan garam berlebih,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga memperkenalkan konsep Nutri Level, yang tidak hanya digunakan untuk menilai kandungan gula, tetapi juga garam dan lemak dalam makanan.

Berdasarkan kategori tersebut:

  • Bakso dan soto Betawi masuk Level C, yang berarti kandungan garam sedang.
  • Siomay masuk Level D, yang berarti kandungan garam tinggi dan konsumsinya perlu dibatasi.

Edukasi ini menjadi pengingat bahwa makanan sehari-hari yang terasa tidak terlalu asin pun bisa mengandung natrium tinggi. Membiasakan membaca informasi gizi, membatasi penggunaan bumbu tambahan, serta menjaga pola makan seimbang menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah dalam jangka panjang. (DMR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....