Waspadai Kandungan Garam dalam Makanan Manis yang Sering Tak Disadari
- 24 Jun 2026 11:07 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Saat mendengar kata garam, banyak orang langsung membayangkan keripik, mi instan, atau makanan gurih. Padahal, tanpa disadari, makanan dan minuman manis juga sering mengandung garam (natrium) dalam jumlah yang tidak sedikit.
Penambahan garam pada makanan manis bukan tanpa alasan. Dalam industri pangan, garam digunakan untuk memperkuat rasa manis, menyeimbangkan cita rasa, memperbaiki tekstur, dan memperpanjang daya simpan produk. Karena rasanya tertutup oleh gula, keberadaan garam sering luput dari perhatian konsumen.
Contohnya bisa ditemukan pada:
- roti manis dan pastry,
- biskuit dan kue kemasan,
- sereal sarapan,
- minuman rasa susu atau kopi kemasan,
- cokelat,
- es krim,
- dessert instan.
Kenapa Garam di Makanan Manis Perlu Diwaspadai?
Terlalu banyak natrium dalam pola makan dapat meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko penyakit kardiovaskular, stroke, serta gangguan ginjal. Yang membuatnya lebih rumit, asupan garam harian sering kali bukan hanya berasal dari makanan asin, tetapi juga dari makanan olahan yang rasanya tidak terasa asin.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi natrium berlebih masih menjadi tantangan kesehatan global.
Sebuah tinjauan ilmiah yang dipublikasikan di The Journal of Clinical Hypertension menjelaskan bahwa pola konsumsi natrium tinggi berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular di berbagai negara. Peneliti juga menekankan pentingnya reformulasi produk pangan agar kandungan natriumnya lebih rendah.
Sementara itu, kajian Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular di masyarakat Indonesia.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pengurangan natrium tidak hanya berfokus pada makanan yang jelas-jelas asin. WHO bahkan menetapkan benchmark kandungan natrium untuk berbagai kategori makanan olahan, termasuk beberapa produk yang selama ini tidak identik dengan rasa asin. Langkah ini dilakukan karena banyak konsumen tidak menyadari sumber natrium tersembunyi dalam makanan sehari-hari.
Cara Mengurangi “Garam Tersembunyi” dari Makanan Manis
Agar lebih aman, beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Biasakan membaca label natrium/sodium pada kemasan.
- Batasi konsumsi makanan manis olahan setiap hari.
- Pilih camilan dengan komposisi bahan lebih sederhana.
- Utamakan makanan segar dan olahan rumahan.
- Jangan hanya fokus pada jumlah gula—perhatikan juga kandungan garam.
Pada akhirnya, rasa manis belum tentu rendah garam. Semakin sering mengonsumsi makanan olahan, semakin penting untuk mengecek label gizi agar asupan natrium tetap terkendali dan kesehatan jangka panjang lebih terjaga. (DMR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....