Kontroversi Drama Perfect Crown Makin Panas! Petisi Hapus Drama Meledak

  • 25 Mei 2026 20:52 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Drama Korea Perfect Crown kembali menjadi sorotan setelah kontroversi yang menyelimuti serial tersebut semakin meluas. Di tengah popularitas drama yang dibintangi IU dan Byeon Wooseok itu, publik Korea Selatan justru ramai melayangkan kritik keras terkait dugaan distorsi sejarah dalam cerita. Polemik ini berkembang hingga muncul petisi publik yang meminta penayangan drama tersebut dihentikan sepenuhnya.

Berdasarkan laporan dari allkpop petisi pembatalan drama Perfect Crown telah melampaui 25 ribu tanda tangan hanya dalam waktu kurang dari dua hari setelah dipublikasikan di papan petisi Majelis Nasional Korea Selatan. Petisi tersebut diajukan pada 22 Mei 2026 KST. Penggagas petisi menilai drama itu menampilkan berbagai unsur yang dianggap memiliki distorsi sejarah dan terlalu banyak mengambil elemen budaya asing yang dinilai tidak sesuai dengan identitas budaya Korea.

Kontroversi mulai memuncak setelah episode 11 menampilkan adegan penobatan karakter Grand Prince Ian yang diperankan Byeon Woo Seok. Banyak penonton menyoroti penggunaan istilah kerajaan serta simbol-simbol kerajaan yang dianggap menyerupai budaya kekaisaran Tiongkok kuno. Hal tersebut memicu perdebatan besar di media sosial Korea.

Dalam petisi tersebut, pihak pengaju juga meminta Komisi Standar Komunikasi Korea dan lembaga pemerintah terkait untuk segera menghentikan penayangan drama serta menghapus seluruh distribusinya di platform VOD dan OTT domestik maupun internasional.

Akibat kontroversi yang semakin besar, pihak MBC akhirnya mengambil langkah dengan menghapus adegan penobatan yang dianggap paling kontroversial dari berbagai platform distribusi drama tersebut. MBC mengaku proses penghapusan memerlukan waktu karena tayangan telah tersebar di banyak layanan streaming.

Tak hanya tim produksi, sejumlah pihak yang terlibat dalam drama juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik. IU, Byeon Woo Seok, sutradara Park Joon Hwa, hingga penulis drama disebut telah meminta maaf terkait kekhawatiran publik mengenai akurasi sejarah dan world-building drama tersebut.

Selain isu distorsi sejarah, publik juga mulai memperdebatkan soal pendanaan drama tersebut. Berdasarkan laporan media internasional, produksi Perfect Crown diketahui menerima dukungan dana dari KOCCA atau Korea Creative Content Agency. Hal ini memicu pertanyaan publik terkait penggunaan dana pemerintah untuk proyek yang sedang menuai kontroversi besar.

Meski menuai kritik, sebagian penonton masih membela drama tersebut dengan alasan bahwa Perfect Crown merupakan karya fiksi sehingga memiliki kebebasan kreatif. Namun di sisi lain, banyak netizen Korea menilai penggunaan simbol budaya dan sejarah tetap harus dilakukan secara hati-hati agar tidak memicu kesalahpahaman publik global. Petisi tersebut akan tetap dibuka hingga 21 Juni 2026. Jika berhasil mencapai 50 ribu tanda tangan dalam waktu 30 hari, petisi itu akan secara resmi dibahas oleh komite terkait di Majelis Nasional Korea Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....