Polemik AI di Industri Hiburan Tiongkok, Artis Bantah Otorisasi Wajah Digital
- 21 Apr 2026 05:39 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di industri hiburan Tiongkok memicu polemik setelah muncul klaim bahwa sejumlah artis telah memberikan izin penggunaan wajah dan identitas digital mereka. Dalam ajang 2026 iQIYI World Conference yang digelar pada Senin, 20 April 2026, Chief Technology Officer iQIYI Liu Wenfeng menyebut lebih dari 100 artis telah mengizinkan penggunaan kemiripan wajah, suara, dan performa mereka untuk produksi berbasis AI.
Informasi ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Dikutip dari MyDramaList, sejumlah nama seperti Chen Zheyuan, Zeng Shunxi, Ryan Cheng Lei, hingga Wang Churan sempat disebut masuk dalam daftar artis yang tergabung dalam sistem “perpustakaan AI” tersebut.
Namun, beberapa artis langsung memberikan klarifikasi. Zhang Ruoyun dan Wang Churan, melalui perwakilan mereka, menegaskan tidak pernah menandatangani perjanjian otorisasi terkait penggunaan AI.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa iQIYI tengah mengembangkan teknologi “kembaran digital” dengan memanfaatkan data wajah, suara, serta motion capture untuk menciptakan karakter virtual dalam produksi film dan serial.
Di tengah perkembangan ini, publik mempertanyakan dampak penggunaan aktor digital terhadap kualitas karya. Sebagian menilai teknologi tersebut berpotensi mengurangi keaslian ekspresi dalam akting.
Dari sisi hukum, praktisi mengingatkan adanya risiko terkait hak potret dan suara, sehingga para artis diminta lebih berhati-hati sebelum menyepakati kontrak berbasis teknologi tersebut.
Sementara itu, CEO iQIYI Gong Yu menjelaskan bahwa konsep tersebut merupakan bentuk “transfer performa”, yakni digitalisasi karakter aktor untuk digunakan dalam produksi AI. Ia menegaskan bahwa penggunaan tetap mengikuti aturan industri yang berlaku dan membutuhkan persetujuan untuk setiap proyek.
Gong Yu juga menilai teknologi AI berpotensi memperluas industri hiburan dengan menekan biaya produksi dan meningkatkan jumlah karya. Meski demikian, perubahan ini diperkirakan akan memengaruhi struktur kerja di industri film dan televisi ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....