Scroll tanpa Henti, Gen Z Susah Lepas HP? Ini Alasannya

  • 14 Apr 2026 06:35 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe: Fenomena scroll tanpa henti kini jadi kebiasaan yang makin sering dialami anak muda, terutama pengguna aktif TikTok, Instagram, hingga X. Tanpa disadari, waktu bisa habis berjam-jam hanya untuk melihat konten yang terus muncul di layar. Kebiasaan ini bahkan sering terjadi saat waktu santai, sebelum tidur, atau ketika sedang tidak ada aktivitas.

Fenomena ini menjadi topik menarik yang dibahas bersama anak muda. Mereka mengaku sering membuka media sosial tanpa tujuan yang jelas, hanya karena “iseng” yang akhirnya berujung keterusan.

Salah satu penyebab utamanya adalah peran dopamine, yaitu zat kimia di otak yang memberikan rasa senang. Setiap kali menemukan konten yang menghibur atau menarik, otak akan melepaskan dopamine, sehingga memicu keinginan untuk terus mencari konten berikutnya. Inilah yang membuat aktivitas scroll terasa “nagih” dan sulit dihentikan.

Selain itu, algoritma media sosial juga berperan besar. Sistem dalam aplikasi akan menyesuaikan konten berdasarkan kebiasaan pengguna, mulai dari video yang sering ditonton hingga interaksi yang dilakukan. Akibatnya, konten yang muncul terasa sangat relevan dan membuat pengguna terus betah berlama-lama.

Pengalaman ini juga dirasakan langsung oleh Lutfi, mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe. Ia mengaku sering berniat membuka TikTok hanya lima menit, namun tanpa sadar bisa berjam-jam. “Awalnya cuma mau hiburan sebentar, tapi karena videonya terus menarik, jadi susah berhenti,” ujarnya. Hal serupa juga diungkapkan Izza, mahasiswa lainnya, yang mengatakan bahwa kebiasaan scroll bahkan sering mengganggu waktu tidurnya. “Kadang sudah ngantuk, tapi tetap lanjut scroll karena penasaran sama konten berikutnya,” katanya.

Tak hanya itu, desain infinite scrolling juga menjadi faktor kuat. Berbeda dengan membaca buku atau menonton tayangan dengan durasi tertentu, media sosial tidak memiliki batas akhir yang jelas. Hal ini membuat otak tidak mendapatkan sinyal untuk berhenti, sehingga aktivitas scroll bisa berlangsung tanpa terasa.

Melihat fenomena ini, penting bagi anak muda untuk mulai lebih sadar dalam menggunakan media sosial. Membatasi waktu penggunaan, membuat jadwal digital detox, atau mengganti kebiasaan scroll dengan aktivitas lain bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi dampaknya. Karena pada akhirnya, kendali tetap ada di tangan kita sebagai pengguna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....