Tips Menjaga Tekanan Darah Selepas Idul Fitri

  • 25 Mar 2026 08:35 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Saat hari raya Idulfitri, menjadi momen berkumpul bersama dengan keluarga besar. Tentunya banyak sekali jamuan makanan disajikan. Apalagi saat berkunjung kerumah orang tua, banyak menu makanan seperti opor ayam, rendang, kentang mustofa dan aneka kue. Pastinya membuat kita tergiur untuk mencicipi semua makanan yang ada. Akibatnya, risiko penyakit pun meningkat. Salah satu penyakit yang seringkali menyerang usai libur Lebaran adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi.

hipertensi adalah kondisi tekanan darah yang melebihi batas wajar. Salah satu pemicu utamanya adalah konsumsi garam dan lemak secara berlebihan, dua hal yang seringkali ada pada makanan khas Lebaran.Jika dibiarkan terus-menerus, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa, mulai dari penyakit ginjal, serangan jantung, hingga stroke. Karenanya penting untuk mengenali tanda-tanda hipertensi guna mencegah terjadinya kondisi yang lebih parah.Kebanyakan pengidap hipertensi tidak merasakan gejala apapun. Pada beberapa kasus, tekanan darah yang sangat tinggi dapat memicu sejumlah gejala, seperti sakit kepala, penglihatan kabur, nyeri dada, dan lain sebagainya.

Memulai kembali pola hidup yang seimbang setelah Ramadhan dan Lebaran bisa menjadi sebuah tantangan sendiri. Tapi, kamu tidak perlu khawatir! Kamu bisa mengikuti beberapa langkah di bawah ini untuk memudahkanmu menjaga tekanan darah:

  1. Rutin olahraga

    Cara pertama yang sebaiknya kamu lakukan adalah usahakan berolahraga. Jika kamu masih memiliki jatah libur setelah lebaran, kamu bisa menghabiskan waktu luangmu untuk menjalankan berbagai kegiatan fisik seperti jogging, bersepeda, atau berenang. Tapi, bagi kamu yang sudah mulai bekerja, kamu juga tetap bisa berolahraga setelah pulang kerja! Beberapa jenis olahraga tersebut dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi sekitar 5 sampai 8 mm Hg. Untuk hasil yang lebih maksimal, usahakan untuk berolahraga setidaknya dua kali seminggu!

  2. Jaga berat badan

    Berat badan naik setelah Lebaran bukanlah hal yang mengagetkan. Sebab kebanyakan orang mencicipi banyak makanan, atau beberapa hidangan yang hanya ditemui saat waktu Lebaran saja. Seperti beragam kue kering, makanan olahan daging, serta makanan kaya akan santan. Berat badan berlebih dapat menyebabkan gangguan pernapasan saat tidur, yang mana bisa memicu peningkatan tekanan darah. Maka dari itu, jika mulai merasa berat badan mulai meningkat, segeralah berusaha untuk menurunkannya! Tak perlu drastis, kamu dapat melakukannya pelan-pelan. Sebab jika berat badan turun sedikit saja, tekanan darah juga dapat menurun.

  3. Jaga pola makan

    Setelah Lebaran kamu seharusnya mengembalikan asupan nutrisi seimbang untuk tubuh sehabis sebulan berpuasa. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan biji-bijian, buah-buahan, sayuran, serta produk susu rendah lemak sehingga tekanan darah tinggi dapat menurun hingga 11 mm Hg.

  4. Kurangi garam

    Tips selanjutnya adalah berusaha untuk mengurangi asupan garam. Sebab pengurangan natrium dalam makanan dapat menurunkan tekanan darah tinggi sekitar 5 sampai 6 mm Hg, dan meningkatkan kesehatan jantung. Mungkin bagi beberapa orang langkah yang satu ini akan sulit dilakukan karena terbiasa menyantap makanan dengan kadar garam yang tinggi. Tapi, kamu tetap bisa kok mencari alternatif makanan yang tetap enak meskipun rendah sodium. Kamu juga bisa coba masak makananmu sendiri menggunakan rempah-rempah sebagai pengganti garam.

  5. Tidur yang cukup

    Kebanyakan orang mengalami kurang tidur saat bulan puasa. Hal ini sebenarnya wajar, karena menyeimbangkan waktu untuk beribadah dan melakukan aktivitas sehari sehari bisa mengurangi waktu tidur kita. Nah, waktu setelah Lebaran inilah saat yang cocok untuk kamu mengembalikan kualitas tidur. Sebab, jika kamu tetap membiarkan waktu tidurmu berantakan, kamu dapat berisiko terserang hipertensi dan kondisi kesehatan lainnya seperti sindrom kaki gelisah serta insomnisa.

  6. Memantau Tekanan Darah Secara Rutin

    Penderita hipertensi perlu memantau tekanan darah secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mengontrol tekanan darah dan memastikan bahwa obat darah tinggi yang digunakan bekerja dengan baik.

Lakukan kunjungan rutin ke dokter untuk memeriksa tekanan darah. Pada kunjungan ini, tanyakan seberapa sering Anda perlu memeriksakan tekanan darah, baik di layanan kesehatan maupun di rumah. Saat ini banyak tersedia alat tensi digital yang mudah digunakan secara mandiri di rumah. Pemeriksaan dengan alat ini sebaiknya dilakukan di waktu yang sama setiap harinya. Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan alat tensi darah di rumah untuk mengetahui waktu terbaik untuk mengukur tekanan darah dan seberapa sering pengukuran perlu dilakukan.

Referensi :

https://www.halodoc.com/artikel/catat-ini-5-tips-menjaga-tekanan-darah-setelah-lebaran-1?srsltid=AfmBOoo-tdxTwYKp8NuQEoERjfIWUlFcMIo6iZyOkvR-3fwp4eYUL6vl , https://www.farmaku.com/artikel/tips-menjaga-tekanan-darah-saat-lebaran-bagi-penderita-hipertensi/

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....