Lebih Sejuk dan Tahan Lama, Ini Keunggulan Genteng Tanah Liat
- 26 Feb 2026 09:35 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Memilih material atap rumah bukan hanya soal harga, tetapi juga kenyamanan dan ketahanan jangka panjang. Di Indonesia yang beriklim tropis, genteng tanah liat masih menjadi pilihan favorit dibandingkan atap seng atau bahan lainnya.
Dikutip dari ugm.ac.id, Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Dr. Ashar Saputra, menilai wacana penggunaan genteng perlu dikaji secara mendalam. Ia menyebut setidaknya ada tiga aspek utama yang harus dipertimbangkan dalam memilih material atap, yakni teknis, sosial budaya, dan keberlanjutan. Ketiganya tidak bisa dipisahkan dalam perencanaan kebijakan pembangunan.
Dari sisi teknis, genteng dan seng memiliki karakteristik berbeda. Seng berbentuk lembaran sehingga bisa digunakan pada atap dengan kemiringan rendah tanpa risiko bocor. Sementara itu, genteng membutuhkan kemiringan lebih dari 30 persen agar aman digunakan.
Perbedaan berat juga menjadi faktor penting. Genteng umumnya lebih berat sehingga memerlukan struktur bangunan yang lebih kuat dan berisiko lebih besar saat gempa jika tidak dirancang dengan baik. Sebaliknya, seng yang ringan lebih rentan terhadap angin kencang.
Ashar menegaskan, tidak ada material yang sepenuhnya bebas risiko karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan Genteng:
1. Lebih Sejuk dan Nyaman
Genteng tanah liat mampu meredam panas matahari lebih baik dibandingkan seng. Rumah dengan atap genteng biasanya terasa lebih adem, sehingga mengurangi ketergantungan pada kipas atau AC.
Menurut sejumlah ahli konstruksi bangunan tropis, material berbasis tanah liat memiliki sifat alami menyerap dan melepas panas secara perlahan, sehingga suhu di dalam rumah lebih stabil.
2. Lebih Tahan Lama
Genteng dikenal kuat dan bisa bertahan puluhan tahun jika dipasang dengan benar. Berbeda dengan seng yang mudah berisik saat hujan dan bisa berkarat seiring waktu, genteng relatif lebih awet.
3. Tidak Bising Saat Hujan
Salah satu keluhan penggunaan seng adalah suara berisik ketika hujan deras. Genteng mampu meredam suara lebih baik sehingga penghuni rumah tetap nyaman.
4. Estetika Lebih Menarik
Secara tampilan, genteng memberikan kesan klasik dan rapi. Banyak rumah di Indonesia menggunakan genteng karena dianggap lebih indah dan sesuai dengan karakter arsitektur lokal.
5. Mendukung Ekonomi Lokal
Produksi genteng tanah liat banyak dilakukan oleh pengrajin dan UMKM di daerah. Artinya, penggunaan genteng turut membantu perputaran ekonomi masyarakat.
Kekurangan Genteng:
Meski memiliki banyak keunggulan, genteng juga punya beberapa kekurangan:
- Bobotnya lebih berat, sehingga membutuhkan rangka atap yang kuat.
- Pemasangan harus rapi agar tidak mudah bocor.
- Biaya awal bisa sedikit lebih tinggi dibanding seng.
Sejak awal tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program nasional bernama “Gentengisasi” — sebuah gerakan mengganti atap rumah berbahan seng menjadi genteng tanah liat. Program ini diperkenalkan sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Program ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan kenyamanan hunian rakyat
- Memperindah tampilan lingkungan
- Menggerakkan industri genteng lokal dan UMKM
Beberapa pakar menilai program ini berpotensi memberi dampak ekonomi positif, terutama bagi pengrajin genteng di desa. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa kualitas struktur bangunan tetap harus menjadi prioritas agar rumah tetap aman dan layak huni.
Genteng tanah liat lebih unggul dalam hal kenyamanan suhu, daya tahan, dan estetika dibanding seng. Meski biaya dan pemasangannya perlu perhatian khusus, manfaat jangka panjangnya cukup besar.
Bagi masyarakat yang ingin rumah lebih sejuk, tenang saat hujan, dan tampak lebih rapi, genteng bisa menjadi pilihan yang tepat. (DMR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....