Tradisi Unik Jepang di Hari Valentine
- 11 Feb 2026 12:57 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Perayaan Hari Valentine di Jepang memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dari negara lain, terutama dalam budaya pemberian cokelat. Alih-alih saling bertukar hadiah, Valentine di Jepang justru menjadi momen bagi perempuan untuk memberikan cokelat kepada laki-laki.
Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah Giri Choco, yaitu cokelat yang diberikan sebagai bentuk kewajiban sosial. Cokelat ini biasanya diberikan kepada rekan kerja, atasan, atau teman pria tanpa adanya unsur romantis.
| Baca juga: Dopamine Decor Mulai Digemari |
Selain Giri Choco, terdapat pula Honmei Choco yang diberikan kepada orang yang benar-benar dicintai. Jenis cokelat ini biasanya dibuat lebih spesial, baik dari segi rasa maupun kemasan, sebagai simbol perasaan yang tulus.
Sebulan setelah Valentine, Jepang merayakan White Day yang jatuh pada 14 Maret sebagai hari balasan. Pada momen ini, laki-laki yang menerima cokelat di Hari Valentine diharapkan memberikan hadiah balasan kepada perempuan.
Hadiah White Day umumnya berupa cokelat putih, permen, atau hadiah kecil lainnya yang memiliki makna tertentu. Nilai hadiah sering kali dianggap mencerminkan perasaan, apakah sekadar balas budi atau memiliki ketertarikan khusus.
Tradisi Giri Choco dan White Day awalnya muncul sebagai strategi pemasaran industri cokelat dan permen di Jepang. Namun seiring waktu, kebiasaan ini berkembang menjadi budaya yang melekat dalam perayaan Valentine.
Meski demikian, tradisi ini juga menuai kritik karena dianggap membebani, terutama bagi perempuan yang harus membeli banyak cokelat. Saat ini, sebagian masyarakat Jepang mulai menyederhanakan perayaan Valentine dengan menekankan makna kebahagiaan dan ketulusan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....