Mata Kedutan Bukan Mitos, Tapi Bahasa Lelah
- 25 Jan 2026 11:02 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu : Pernahkah mata tiba-tiba berkedut di satu sisi dan langsung dikaitkan dengan mitos akan menangis? Dalam kepercayaan populer, kedutan sering dianggap sebagai pertanda emosi tertentu, padahal secara ilmiah kondisi ini dikenal sebagai myokimia. Mata bukan sedang meramal masa depan, melainkan sedang memberi sinyal sederhana tentang kondisi tubuh.
Myokimia terjadi ketika otot kecil di sekitar kelopak mata berkontraksi berulang tanpa disadari. Pemicu utamanya cukup dekat dengan keseharian kita, seperti kelelahan, kurang tidur, stres berlebih, konsumsi kafein, hingga terlalu lama menatap layar. Saat tubuh kelelahan dan pikiran penuh, mata sering menjadi bagian pertama yang “berbicara”.
Sering kali, kedutan muncul ketika emosi dipendam terlalu lama. Capek berpikir, capek menahan perasaan, tapi tidak sempat berhenti sejenak. Tubuh tidak menyampaikannya lewat kata-kata, melainkan lewat gerakan kecil yang berulang sebuah protes halus yang kerap diabaikan.
Karena itu, saat mata mulai berkedut, tidak perlu panik apalagi mengaitkannya dengan hal mistis. Cobalah pejamkan mata sejenak, tarik napas dalam-dalam, minum air putih, dan kurangi paparan layar. Memberi waktu istirahat kecil bisa sangat membantu meredakan ketegangan yang menumpuk.
Yang tak kalah penting, jangan menahan semua perasaan sendirian. Berbagi cerita, beristirahat, atau sekadar diam tanpa tuntutan juga bagian dari merawat diri. Kadang bukan air mata yang ingin keluar, melainkan lelah yang ingin dipeluk dan dipahami.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....