Dari BEM ke Dunia Kerja: Bekal Soft Skill Ala Sanjai Saputra
- 17 Jul 2026 13:03 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Organisasi kemahasiswaan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai kemampuan nonakademik atau soft skills yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Hal ini disampaikan Presiden Mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung, Sanjai Saputra, saat menjadi narasumber dalam acara Aksi Anak Negeri di Pro 2 RRI Sungailiat.
Menurut Sanjai, melalui keterlibatan aktif dalam organisasi, mahasiswa memperoleh pengalaman memimpin, berkomunikasi, bekerja sama, hingga menyelesaikan berbagai persoalan secara kolaboratif.
"Aktif di organisasi kemahasiswaan menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk melatih jiwa kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan masalah sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat," ujar Sanjai.
Ia menambahkan, mahasiswa perlu memanfaatkan kesempatan berorganisasi secara bijak dengan tetap menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan aktivitas kemahasiswaan. Organisasi juga dinilai mampu memperluas jaringan pertemanan serta meningkatkan rasa percaya diri.
Sanjai membagikan kiat mengatur waktu antara kuliah dan organisasi. Kuncinya adalah manajemen waktu yang disiplin agar prestasi akademik tetap terjaga tanpa mengabaikan tanggung jawab organisasi.
Mahasiswa perlu menetapkan skala prioritas dalam menyelesaikan setiap tugas, baik yang berkaitan dengan perkuliahan maupun kegiatan organisasi. Penyusunan jadwal harian dan target yang jelas dinilai mampu membantu mahasiswa menyelesaikan berbagai tanggung jawab secara efektif.
"Kedisiplinan menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi. Setiap kegiatan perlu direncanakan dengan baik agar tidak terjadi benturan jadwal yang dapat mengganggu proses belajar maupun pelaksanaan program kerja organisasi," ujar Sanjai.
Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan dosen serta sesama pengurus organisasi ketika menghadapi agenda yang bersamaan.
"Hal yang tidak kalah penting adalah tidak menunda pekerjaan, juga memanfaatkan waktu luang untuk menyelesaikan tugas kuliah agar tidak keteteran dan mengurangi beban kerja yang menumpuk," katanya.
Lebih jauh, Sanjai menyebut kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja yang terus berkembang dan semakin kompetitif.
Perubahan teknologi, perkembangan industri, serta kebutuhan dunia kerja yang dinamis menuntut mahasiswa memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, budaya kerja, maupun tantangan baru.
"Kemampuan adaptasi ini bisa kita bangun sejak di bangku kuliah melalui keaktifan dalam organisasi kemahasiswaan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, seminar, hingga program magang. Dengan beragam pengalaman tersebut, bisa membentuk karakter yang tangguh, percaya diri, dan siap menghadapi perubahan," ujarnya.
Selain kemampuan teknis, Sanjai menilai etika, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama menjadi aspek yang turut menentukan keberhasilan seseorang di lingkungan kerja. Kombinasi antara kompetensi dan karakter yang baik akan meningkatkan daya saing lulusan di tengah persaingan dunia kerja.
Sebagai pemimpin BEM, Sanjai juga menghadapi tantangan dalam mewujudkan aspirasi mahasiswa melalui program kerja yang relevan, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan mahasiswa.
Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki kebutuhan, harapan, dan pandangan yang beragam sehingga organisasi kemahasiswaan dituntut mampu menghimpun serta mengakomodasi berbagai aspirasi tersebut secara objektif. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik dengan mahasiswa maupun pihak kampus menjadi kunci.
"Bagi saya, kepengurusan organisasi tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan seremonial, tetapi juga memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa. Evaluasi terhadap pelaksanaan program terus dilakukan agar kebijakan dan kegiatan yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan di lingkungan kampus," jelasnya.
Pendengar Pro 2 RRI Sungailiat, Reisya, menilai keterlibatan dalam organisasi memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa.
"Karena keterlibatan mahasiswa dalam organisasi membuat kita lebih berani menyampaikan pendapat, terbiasa bekerja dalam tim, serta memiliki kemampuan mengatur waktu dengan lebih baik. Selain itu banyak hal juga yang bisa kita dapatkan saat ikut organisasi, contohnya seperti bagaimana cara kita menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan," ujar Reisya.
Reisya juga menilai pesan Sanjai tentang manajemen waktu sangat bermanfaat.
"Bagi saya pengaturan waktu yang baik memang menjadi kunci agar kuliah dan organisasi bisa berjalan seimbang tanpa saling mengganggu," ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan beradaptasi menjadi keterampilan wajib sebelum lulus.
"Karena dalam dunia kerja akan terus ada perubahan sehingga lulusan dituntut untuk mampu belajar hal baru, bekerja sama dengan berbagai pihak, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan lingkungan kerja yang dinamis," kata Reisya. (Rima/RRI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....