Sejarah Awal Pembuatan Hidangan Sate di Indonesia

  • 15 Jul 2026 10:05 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Sejarah sate bermula pada abad ke-15 dan mulai populer pada abad ke-19 di Jawa. Hidangan ini merupakan hasil akulturasi budaya yang terinspirasi dari hidangan daging bakar shish kebab yang dibawa oleh pedagang dan pendatang Muslim dari Arab, Gujarat (India) dan Tamil ke Nusantara. Masyarakat lokal mengadaptasi teknik memasak daging tusuk seperti kebab yang kemudian diadaptasi dan dimodifikasi oleh masyarakat lokal dengan memotong daging lebih kecil agar cepat matang dan melengkapinya dengan bumbu kacang atau kecap.

Meskipun terinspirasi dari hidangan Timur Tengah, sate telah berevolusi penuh menjadi salah satu makanan nasional paling ikonik asli Indonesia. Makanan ini kemudian menyebar luas ke berbagai penjuru Nusantara dan melahirkan banyak variasi khas seperti sate Madura, sate Ponorogo dan sate Padang sebagaimana dilansir laman Wikipedia.

Kata sate berasal dari bahasa Tamil di India yaitu kata catai atau sathai yang berarti potongan daging. Secara linguistik, istilah sate memang paling banyak disepakati para ahli sejarah kuliner berasal dari bahasa Tamil, yaitu kata catai (atau sathai) yang memiliki arti daging atau potongan daging. Berdasarkan kamus besar seperti Oxford English Dictionary dan Collins English Dictionary, kata sate atau satai memang berasal dari bahasa Tamil, yaitu catai atau variasi regionalnya sathai yang berarti daging atau daging tiruan/flesh sebagaimana dilansir laman Wikipedia.

Setiap daerah memodifikasi rasa sate berdasarkan ketersediaan bahan bumbu lokal dan selera masyarakatnya. Hingga saat ini, sate tidak hanya diakui sebagai makanan asli Indonesia oleh pakar kuliner internasional tetapi juga menjadi media akulturasi budaya yang sangat kaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....