Langkah Awal menuju Rumah Kedua

  • 15 Jul 2026 17:32 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Langkah-langkah kecil mulai melintasi gerbang SD Negeri 2 Tanah Merah. Di sana, para guru telah menunggu dengan senyum ramah untuk menyambut para siswa baru. Ada yang berjalan penuh percaya diri, ada pula yang masih menggenggam erat tangan guru. Wajah-wajah mungil itu memancarkan rasa penasaran bercampur gugup, bahkan beberapa di antaranya masih menahan tangis karena untuk pertama kalinya memasuki lingkungan sekolah yang baru.

Namun, suasana berbeda segera terasa. Alunan lagu penyambutan mengiringi barisan siswa baru yang didampingi para guru. Senyum ramah, sapaan hangat, dan tepuk tangan penyemangat perlahan menghapus rasa cemas di wajah mereka. Anak-anak mulai tersenyum, melambaikan tangan kepada orang tua, lalu melangkah masuk dengan penuh percaya diri.

Bagi SD Negeri 2, hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar mengenalkan ruang kelas atau tata tertib sekolah. Lebih dari itu, sekolah berupaya menghadirkan pengalaman pertama yang menyenangkan agar setiap anak merasa diterima, dihargai, dan nyaman berada di lingkungan barunya. Lagu-lagu penyambutan, permainan, serta pendampingan guru menjadi cara sederhana untuk membantu mereka beradaptasi sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah.

Salah seorang siswa baru, Ignasius Kotanon, mengaku sempat merasa sedih ketika diantar ayahnya ke sekolah. Namun, suasana penyambutan yang meriah membuat rasa takutnya perlahan hilang.

"Tadi saya diantar Bapa. Waktu Bapa pulang saya sedih, tapi pas ada lagu-lagu dan kami masuk ke sekolah, saya jadi senang. Guru-guru juga menyambut kami, jadi saya tidak takut lagi," katanya polos.

Suasana penyambutan tersebut juga memberikan ketenangan bagi para orang tua yang masih setia menunggu di luar kelas. Senyum mereka terlihat ketika menyaksikan putra-putrinya mulai berani bergabung bersama teman-teman baru.

Salah seorang orang tua murid, Ibu Ester Leppen, mengaku sempat khawatir karena anaknya memiliki kebiasaan aktif bermain. Namun, kekhawatiran itu perlahan hilang setelah melihat suasana penyambutan yang membuat anak-anak merasa nyaman.

"Anak saya memang suka bermain dan lari-lari, jadi saya sempat khawatir dan memilih menunggu di sekolah. Tetapi ketika melihat anak-anak dikumpulkan di depan gerbang bersama guru, kemudian pintu gerbang sekolah dibuka sambil diiringi lagu-lagu penyambutan, suasananya sangat menyenangkan. Anak-anak terlihat senang, tersenyum, bahkan ada yang ikut bergerak mengikuti irama lagu. Setelah bertemu guru dan teman-teman barunya, anak saya mulai berani masuk dan bergabung. Saya merasa lega dan berharap dia betah belajar di sekolah ini," ungkapnya.

Menurut Ibu Ester, momen sederhana seperti penyambutan di gerbang sekolah memiliki arti besar bagi anak-anak yang baru pertama kali mengenal dunia pendidikan.

"Hal-hal kecil seperti ini ternyata sangat membantu anak-anak. Mereka tidak merasa datang ke tempat yang asing, tetapi merasa diterima. Sebagai orang tua, kami merasa lebih tenang karena melihat guru-guru memperhatikan dan mendampingi anak-anak sejak awal," tambahnya.

Hari pertama sekolah menjadi awal dari sebuah perjalanan panjang. Dari langkah-langkah kecil itu tumbuh keberanian untuk belajar, berteman, dan bermimpi. Di SD Negeri 2, setiap anak disambut bukan hanya sebagai murid baru, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar sekolah yang siap mendampingi mereka meraih masa depan.

Di balik gerbang sekolah yang sederhana itu, tersimpan harapan-harapan besar. Harapan para guru yang mendidik dengan sepenuh hati, harapan orang tua yang menitipkan masa depan anak-anaknya, serta harapan setiap siswa untuk menemukan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Dari SD Negeri 2 Tanah Merah , inilah kisah tentang hari pertama MPLS yang dipenuhi senyuman, harapan, dan keyakinan bahwa sekolah benar-benar menjadi rumah kedua bagi setiap anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....