Dua Kunjungan, Satu Misi: Noni Hidayat Upayakan Kriya Babel Naik Kelas
- 12 Jul 2026 21:25 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Dua kunjungan, satu pesan. Pesan itu menjadi misi, yakni mencari cara agar kriya daerah naik kelas.
Itulah yang terangkum dari kunjungan kerja Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani dalam dua pekan terakhir.
Di sentra Batik Belitung sepekan lalu, Noni menyerap.aspirasi para perajin yang berharap agar ada pembinaan berkelanjutan.
"Pembinaan yang berkelanjutan akan menjadi semangat bagi para perajin untuk terus berinovasi," kata Diana, Owner Kelekak Batik Belitung.
Kunjungan kedua, Noni mengunjungi pusat oleh-oleh Somba Opu, Makassar, Jumat, 10 Juli 2026.
Di sana ia melihat kain tenun khas Makassar disulap menjadi tas, dompet, hingga aksesori. Desainnya variatif, jahitan rapi, harga bersahabat. Tas tenun polos mulai Rp100.000. Yang berpadu kulit sekitar Rp200.000.
"Kami sudah melihat berbagai produk UMKM di sini. Dari sisi kerajinan maupun bahan yang digunakan, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang kita miliki di Babel, seperti Tenun Cual," ujar Noni.
"Bedanya, di sini kain tenun dikembangkan menjadi tas dengan model yang sangat variatif dan harga yang terjangkau," lanjutnya.
Itu yang jadi catatan penting. Di Makassar, kain tidak berhenti di lemari. Ia jadi produk pakai harian.
Sementara itu, Noni pada kunjungannya ke Kelekak Batik dan Bepulin Batik di Belitung sepekan lalu. Ia melihat motif khas Belitung: ikan kepitek, Mercusuar Lengkuas, karamunting, hingga kembang ketuyut. Semuanya punya cerita.
Tapi tantangannya mirip: bagaimana agar Batik Belitung tidak hanya jadi kain, tapi juga jadi produk yang diburu pasar luas.
"Ini yang bisa kita contoh. Bagaimana menghasilkan produk menarik dengan kualitas jahitan yang baik, model yang beragam, dan harga tetap terjangkau," kata Noni.
Menurut Noni, inovasi desain dan pengemasan adalah kunci daya saing. Tenun Cual dan Batik Belitung punya bahan dan cerita. Sekarang tinggal membungkusnya agar cocok dipakai anak muda.
Dekranasda Babel akan mendorong perajin untuk berani bereksperimen. "Melalui pengembangan desain, kualitas produksi, dan nilai tambah produk, kriya Babel diharapkan semakin kompetitif serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas budaya daerah," katanya.
Dari Somba Opu ke Belitung. Dari tenun ke batik. PR nya satu: buat kriya Babel laku, dipakai, dan dibanggakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....