Goresan Canting Noni, Isyaratkan Jaga Batik Jaga Jati Diri Belitung
- 12 Jul 2026 11:28 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Burung gelatik mencari makan - Terbang rendah menyasar padi - Batik Belitung indah tenunan - Mari bangga hasil karya sendiri.
Ajakan itu disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani saat mengunjungi dua sentra batik di Belitung: Sentra Kelekak Batik dan Bepulin Batik.
Alkisah pada 30 Juni 2026. Kedatangan Noni di kedua sentra batik itu bukan seremoni. Istri Gubernur Babel itu duduk bersama perajin, berdialog, melihat proses produksi, bahkan mencoba sendiri menorehkan malam panas dengan canting di atas kain mori putih.
Air mukanya teliti. Setiap tetes malam ia jaga agar tidak salah garis. Dari situ ia merasakan langsung kesabaran yang selama ini jadi nafas para perajin Belitung.
Di hadapan para perajin, Noni Hidayat mengaku terpesona melihat kekayaan motif yang diangkat menjadi identitas wastra Belitung.
Ada motif ikan kepitek, Mercusuar Lengkuas, daun simpur, mentilin, buah karamunting, kembang ketuyut, hingga berbagai motif khas lainnya yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya Belitung.
"Batik Belitung memiliki karakter yang kuat karena setiap motif memiliki cerita dan identitas daerah. Potensi seperti ini harus terus kita dorong agar semakin dikenal masyarakat luas," ujar Noni Hidayat.
Tak hanya menghadirkan batik tulis, kedua rumah produksi tersebut juga mengembangkan batik cap, batik printing, serta karya ecoprint yang semakin memperkaya ragam wastra khas Belitung.
Owner Bepulin Batik, Nurul Zuryati menjelaskan proses produksinya melibatkan warga sekitar, sekaligus memberikan ruang belajar bagi pelajar yang memiliki minat pada bidang desain dan tata busana.
"Dengan demikian, batik tidak hanya menjadi produk ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi media pemberdayaan masyarakat dan regenerasi perajin," terang Nurul.
Nurul menerangkan, Bepulin Batik juga mengembangkan pewarna alami yang berasal dari berbagai tanaman di sekitar, seperti daun mangga, daun bakau, daun jambu biji, kulit manggis, biji alpukat, daun jati, serta berbagai bahan alami lainnya.
"Inovasi ini menghadirkan warna-warna khas sekaligus menjadi bagian dari komitmen menghadirkan produk yang ramah lingkungan," jelasnya.
Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan para pelaku usaha kerajinan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Noni langsung membeli sejumlah koleksi di Kelekak Batik dan Bepulin Batik.
Bagi Noni Hidayat, membeli produk lokal bukan hanya soal memiliki selembar kain, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungan budaya sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
"Mari kita bangga memakai dan membeli batik karya daerah sendiri. Dengan membeli produk para perajin lokal, kita ikut menjaga warisan budaya sekaligus membantu mereka untuk terus berkarya dan berkembang," ajaknya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi melalui perangkat daerah terkait akan terus memberikan pendampingan, mulai dari fasilitasi bantuan pendanaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga keikutsertaan dalam berbagai pameran dan expo.
Selain itu, kata Noni Hidayat, Dekranasda juga akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai instansi vertikal seperti Bank Indonesia, PLN, dan PT Timah melalui program pembinaan UMKM yang dimiliki masing-masing instansi, sehingga para perajin memiliki kesempatan lebih besar untuk memperluas pasar.
Di Bepulin Batik dan Kelekak Batik Noni mendengar cerita bagaimana usaha itu tumbuh bersama warga. Kedatangan Noni pun menyimpan asa bagi Owner Kelekak Batik, Diana. Ia berharap dukungan Pemerintah Provinsi Babel terus diperkuat agar wastra Belitung semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Pembinaan yang berkelanjutan akan menjadi semangat bagi para perajin untuk terus berinovasi," kata Diana.
Di akhir kunjungan, canting di tangan Noni telah meninggalkan beberapa garis. Garis sederhana di atas kain putih. Namun, cukup untuk mengingatkan: menjaga batik, sama artinya menjaga jati diri Belitung. (Sumber: Idris Diskominfo Babel)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....