Inovasi Mahasiswa PSDKU UB Kediri, Sulap Ember dan Galon Bekas Jadi Sumber Pangan
- 11 Jul 2026 05:23 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Melalui inovasi sederhana, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri memperkenalkan budidaya ikan dan sayuran menggunakan ember serta galon bekas
RRI.CO.ID, Kediri - Halaman rumah yang sempit bukan lagi menjadi penghalang bagi warga Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, untuk menghasilkan sumber pangan sendiri.
Melalui inovasi sederhana, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri memperkenalkan budidaya ikan dan sayuran menggunakan ember serta galon bekas.
Program bertajuk Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) dan Budidaya Ikan dalam Galon (Budikdamlon) tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Balai Desa Sumberagung pada 7 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan mengusung konsep ketahanan pangan keluarga yang mudah diterapkan di lingkungan rumah.
Kegiatan tersebut dipandu oleh mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri Kelompok 04 Sumberagung LANTERA di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapang (DPL) Rizky Kusma Pratiwi, S.Pi., M.P.
Sebanyak 22 peserta yang merupakan perwakilan dari tujuh dusun mengikuti pelatihan ini dengan dukungan sembilan perangkat desa.
Kelompok KKN tersebut terdiri atas 13 mahasiswa lintas disiplin, yakni dari Program Studi Perikanan, Peternakan, dan Pertanian. Kolaborasi keilmuan itu diwujudkan dalam sebuah program yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satu mahasiswa KKN, Reva Berlian Octavia, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas sekaligus mengurangi limbah rumah tangga berupa ember dan galon bekas yang masih layak digunakan.
"Melalui inovasi sederhana, barang-barang tersebut dapat diubah menjadi media budidaya ikan dan tanaman yang mampu mendukung ketahanan pangan keluarga. Oleh karena itu, mahasiswa KKN memperkenalkan teknologi yang mudah diterapkan, ekonomis, dan ramah lingkungan," ujar Reva.
Sebelum praktik dimulai, peserta terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai konsep Budikdamber dan Budikdamlon. Materi yang disampaikan meliputi persiapan media budidaya, pemilihan benih ikan, pengelolaan kualitas air, teknik pemberian pakan, hingga tahapan panen.
Mahasiswa juga menyiapkan seluruh kebutuhan praktik, mulai dari ember, galon bekas, netpot, rockwool, benih ikan lele, hingga benih kangkung. Dengan demikian, peserta dapat langsung melihat dan mencoba proses budidaya secara nyata.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif ketika mahasiswa memperagakan cara merakit media budidaya, menyemai benih kangkung, hingga mengoperasikan sistem budidaya terpadu. Demonstrasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat untuk menerapkannya secara mandiri di rumah masing-masing.
Inovasi yang diperkenalkan menggabungkan budidaya ikan lele dan tanaman kangkung dalam satu wadah menggunakan teknologi tepat guna (TTG). Sistem ini memungkinkan masyarakat memperoleh dua hasil panen sekaligus tanpa membutuhkan lahan yang luas.
Mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri, Muhammad Azki Masrufi (Azki) mengatakan, pemanfaatan ember dan galon bekas menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ruang. Selain efisien, konsep tersebut juga menjadi bentuk nyata penerapan ekonomi sirkular melalui penggunaan kembali barang yang masih layak pakai.
"Selain meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, pemanfaatan wadah bekas juga menjadi bentuk nyata penerapan konsep ekonomi sirkular melalui penggunaan kembali barang yang masih layak pakai sehingga dapat mengurangi timbulan limbah plastik," jelas Azki.
Program ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Mahasiswa KKN bersama masyarakat melakukan pendampingan dan monitoring terhadap media budidaya yang telah dibagikan. Budikdamlon dipantau setiap satu kali dalam seminggu, sedangkan Budikdamber dipantau setiap hari selama tujuh hari pertama sebelum dilanjutkan secara berkala.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa membantu warga mengatasi berbagai kendala yang mungkin muncul selama proses budidaya. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan program sekaligus membangun kepercayaan diri masyarakat untuk terus mengembangkan budidaya secara mandiri.
Pada akhirnya, program Budikdamber dan Budikdamlon tidak hanya menghadirkan cara baru dalam memanfaatkan pekarangan rumah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah, penguatan ketahanan pangan keluarga, serta pembangunan desa yang berkelanjutan. Inisiatif ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kelaparan, pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....