Nuzulul Quran di Masjid Agung Baitussalam, Momentum Menghidupkan Nilai Al-Qur’an

  • 10 Mar 2026 12:49 WIB
  •  Madiun

⁠⁠⁠⁠⁠⁠RRI.CO.ID, Magetan - Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun sejak pagi di Masjid Agung Baitussalam, Kabupaten Magetan. Suasana khidmat itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Nuzulul Quran pada Ramadan 1447 H yang digelar bersama oleh takmir masjid dan Pemerintah Kabupaten Magetan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan Ramadan, tetapi juga momentum untuk kembali menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Wakil Ketua I Takmir Masjid Agung Baitussalam Magetan, Lathif, menjelaskan kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin setiap Ramadan yang diselenggarakan bersama pemerintah daerah. Rangkaian kegiatan berlangsung dari pagi hingga malam dengan partisipasi masyarakat yang cukup besar.

“Untuk kegiatan Nuzulul Quran di Masjid Agung Baitussalam seperti tahun-tahun yang lalu. Mulai dari pagi itu ada kegiatan semakan Al-Quran oleh hafiz-hafizah yang dari Magetan yang diprakarsai kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Magetan dengan takmir masjid. Semakan Al-Quran selesai kmudian kita ada kegiatan rutin bersama jemaah untuk berbuka puasa bersama. Setelah itu kegiatan salat magrib dilanjutkan salat tarawih. Kemudian diadakan puncak peringatan Nuzulul Quran bersama Pemerintah Kabupaten Magetan,” jelas Lathif, Minggu 8 Maret 2026.

Jumlah peserta yang terlibat dalam berbagai kegiatan tersebut juga cukup banyak. Lathif menyebut, kegiatan membaca dan menyimak Al-Qur’an diikuti sekitar 200 orang, sementara kegiatan berbuka puasa bersama dihadiri sekitar 500-600 orang. Pada malam hari, puncak peringatan Nuzulul Quran diikuti sekitar 400 orang.

Dalam puncak peringatan tersebut, jamaah juga mendapatkan tausiyah yang mengingatkan kembali makna peristiwa Nuzulul Quran bagi kehidupan umat Islam.

Ustadz Muchtim Humaidi menjelaskan bahwa Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai wahyu Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa tersebut menjadi titik awal hadirnya pedoman hidup bagi umat manusia.

Ia menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dalam kehidupan.

“Peringatan Nuzulul Quran ini sebenarnya bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah turunnya ayat yang pertama, tetapi juga harus menjadi momentum untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sumber inspirasi dalam membangun kehidupan,” ujar Ustaz Muchtim.

Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan ibadah spiritual, tetapi juga memberikan pedoman dalam membangun kehidupan yang berilmu, berakhlak, dan berkeadaban. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, keadilan, serta tanggung jawab sosial menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Melalui peringatan Nuzulul Quran ini, masyarakat diharapkan semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur’an, terutama pada bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan turunnya kitab suci tersebut. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekuatan moral dan spiritual masyarakatnya.

Ustadz Muchtim mengatakan semangat Ramadan juga sejalan dengan moto Kabupaten Magetan, Magetan Terdepan. Ia menjelaskan bahwa makna terdepan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan dan kemajuan daerah, tetapi juga dengan keteladanan akhlak, kejujuran, serta kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....