Hamper dan Parsel dalam Bahasa Indonesia

  • 22 Jan 2026 19:33 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Natal, Tahun Baru, Imlek, dan Idulfitri, istilah hamper dan parsel kembali ramai digunakan oleh masyarakat. Keduanya kerap dianggap berbeda kelas dan makna, padahal dalam bahasa Indonesia, kedua istilah tersebut memiliki arti yang sama.

Hal itu disampaikan oleh Kristophorus Divinanto Adi Yudono, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun, dalam siaran Radio Republik Indonesia (RRI) pada Senin malam (5/1/2026), dalam program Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobras) Pecinta Bahasa Indonesia.

Menurut Kristophorus, popularitas hamper dan parsel meningkat signifikan sejak masa pandemi Covid-19. Saat perjumpaan fisik terbatas, bingkisan menjadi sarana untuk menyampaikan perhatian dan menjaga hubungan sosial. Namun, di balik penggunaannya, istilah-istilah tersebut memiliki sejarah dan latar bahasa yang menarik.

Kata hamper berasal dari bahasa Prancis Kuno hanapier atau hanaper yang merujuk pada keranjang anyaman untuk menyimpan cawan. Istilah ini kemudian masuk ke bahasa Inggris pada abad ke-14 dan berkembang menjadi keranjang besar berisi makanan dan minuman. Pada abad ke-19, hamper dikenal sebagai bingkisan Natal yang berisi anggur, keju, dan makanan khas lainnya.

Sementara itu, istilah parsel mulai dikenal luas di Indonesia sejak era 1980-an. Berdasarkan Oxford Learner’s Dictionaries, parcel berarti barang yang dibungkus untuk dikirim atau diberikan sebagai hadiah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), parsel diartikan sebagai bingkisan berisi makanan, minuman, atau barang yang ditata rapi dalam keranjang dan dibungkus plastik bening.

Dalam dialog bersama RRI PRO 1 Madiun, Kristophorus urut menympaikan awal mula penyebutan hampers populer di Inggris hingga berbagai macam isiannya.

“Segala hal yang dibawa untuk perbekalan, untuk paket di dalam keranjang sebutannya adalah hampers, namun ketika ada perkembangan di inggris hampers untuk hari besar seperti natal yang berisi keju, anggur, ayam kalkun dalam keranjang untuk dikirimkan ke kerabat atau tetangga ” jelas Kristophorus.

Lebih jauh, Kristophorus mengingatkan bahwa jauh sebelum istilah hamper dan parsel dikenal, masyarakat Jawa telah memiliki tradisi ater-ater. Tradisi ini merupakan kebiasaan membagikan makanan kepada kerabat atau orang yang dihormati sebagai bentuk silaturahmi dan rasa syukur. Hingga kini, ater-ater masih hidup dalam berbagai peristiwa sosial seperti pernikahan, selamatan, dan perayaan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....