Kolaborasi Kementerian UMKM dan UNS Cetak Wirausaha Baru Via PRO-KESRA

  • 19 Jul 2026 12:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) bersinergi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Komitmen ini diwujudkan lewat penyelenggaraan WIBAWA Grow Day 2026 bertajuk Berani Mulai, Siap Bertumbuh di Aula Fakutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, Sabtu, 18 Juli 2026.

Kegiatan kolaboratif tersebut diikuti oleh 400 mahasiswa yang tergabung dalam Program Wirausaha Muda Mahasiswa (WIBAWA).

Acara ini dirancang sebagai ruang pembelajaran praktis dan inovatif agar mahasiswa mampu mengubah ide rintisan usaha menjadi model bisnis yang teruji, terarah, dan siap bersaing di pasar nasional.

Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, menyoroti pentingnya inisiatif konkret dari perguruan tinggi dalam mencetak calon pengusaha unggul.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pada tahun ini kementeriannya menjadikan UNS sebagai salah satu lokasi uji coba implementasi program prioritas bernama PRO-KESRA guna memberikan pendampingan yang lebih terintegrasi.

"Kami dalam konteks itu salah satu piloting tahun 2026 ini ingin bersama-sama dengan UNS untuk melakukan uji coba PRO-KESRA. Ada dua manfaat, pertama adalah peningkatan kapasitas pelatihan dan inkubasi, yang kedua peningkatan aksesibilitas pembiayaan dan pasar lewat Sapa UMKM," ujar Riza, Sabtu, 18 Juli 2026.

Gayung bersambut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Dody Ariawan, memastikan kesiapan kampusnya dalam mendukung lahirnya wirausahawan dari hulu ke hilir.

Ia menjelaskan antusiasme mahasiswa sangat tinggi, terbukti dari ratusan proposal bisnis sektor produksi yang berhasil disaring dan didanai melalui program WIBAWA tahun ini.

"Tentunya dengan dukungan dari Kementerian UMKM kita harapkan adik-adik bisa menjadi wirausaha mapan. Ada sekitar enam ratus proposal masuk, walaupun yang diterima seratus tujuh puluh, tetapi secara nyata melibatkan delapan ratus mahasiswa UNS," kata Prof. Dody.

Melalui kolaborasi antara kementerian dan institusi pendidikan ini, diharapkan para mahasiswa tidak sekadar menjadi pencari kerja pasca kelulusan.

Sinergi strategis tersebut diyakini mampu mengakselerasi target pemerintah untuk menciptakan sepuluh juta penduduk yang produktif berusaha dan bekerja secara mandiri pada tahun 2029 mendatang. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....