Nasi Bakar Alfatih Tumbuh dari Keberanian Mencoba
- 14 Jul 2026 06:21 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Usaha kuliner Nasi Bakar Alfatih menjadi salah satu contoh perjalanan UMKM yang berkembang dari keberanian mencoba. Berawal dari keinginan mencari peluang usaha, pasangan suami istri Siska Ariyanti dan Tegar Putra Pamungkas kini mampu mengembangkan bisnis nasi bakar dengan delapan titik penitipan penjualan di wilayah Serang.
Pemilik Nasi Bakar Alfatih, Siska dan Tegar menceritakan perjalanan usaha yang mereka bangun tanpa memiliki latar belakang di bidang kuliner. Keduanya sebelumnya bekerja di bidang marketing, namun memilih beralih mengembangkan usaha setelah melihat peluang dari bisnis makanan.
Tegar mengatakan, ide memulai usaha kuliner muncul ketika keduanya ingin memiliki bisnis sendiri. Awalnya mereka mencoba menjual beberapa makanan seperti bakso pedas dan menu lainnya sebelum akhirnya fokus mengembangkan nasi bakar.
Menurutnya, usaha nasi bakar mulai berkembang setelah mendapatkan dukungan dari keluarga, terutama dalam mempelajari teknik memasak dan pengolahan makanan agar memiliki kualitas yang baik. "Awalnya memang tidak direncanakan mau usaha nasi bakar. Kita bingung mau mulai usaha apa, lalu mencoba dari lapak kecil. Setelah ada nasi bakar ayam suwir yang ternyata banyak diminati, akhirnya kita kembangkan menu lainnya," ujarnya dalam program UMKM Bicara bersama RRI Pro 1 Banten, Senin, 13 Juli 2026.
Tegar menjelaskan, proses belajar membuat nasi bakar dilakukan secara bertahap. Ia bersama Siska mendapat arahan dari keluarga mengenai cara mengolah bumbu, menjaga kualitas nasi, hingga teknik pengemasan agar produk tetap segar ketika sampai ke konsumen.
Saat ini, Nasi Bakar Alfatih telah memiliki beberapa varian menu, mulai dari nasi bakar ayam suwir, tongkol, cumi balado, hingga usus balado. Selain menitipkan produk di beberapa lapak, mereka juga menerima pesanan untuk berbagai kebutuhan acara.
Siska mengatakan, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang membuat mereka berani menjalankan usaha tersebut. Menurutnya, meskipun awalnya tidak memiliki pengalaman memasak, kemauan belajar menjadi modal utama untuk berkembang.
"Jangan takut untuk mulai usaha baru. Kalau mengalami kegagalan, itu bukan berarti berhenti, mungkin keberhasilannya saja yang tertunda," katanya.
Siska dan Tegar berharap Nasi Bakar Alfatih dapat terus berkembang hingga memiliki outlet sendiri. Mereka juga berencana menambah variasi menu serta memperluas pemasaran melalui media sosial agar semakin dikenal masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....