Sate Kere Tetap Eksis di Era Kekinian

  • 13 Jul 2026 10:05 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sate kere menjadi salah satu kuliner tradisional yang masih bertahan di tengah maraknya makanan kekinian. Hidangan khas Solo ini dikenal karena menggunakan bahan sederhana seperti gajih, jeroan, atau tempe gembus yang dibakar di atas arang lalu disiram bumbu kacang gurih dan manis. Meski lahir dari kesederhanaan, cita rasanya yang khas justru membuat sate kere tetap dicari oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat lokal hingga wisatawan.

Mengutip laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Senin (13 Juli 2026), di balik kelezatannya, sate kere juga menyimpan cerita sejarah yang menarik. Dahulu, makanan ini hadir sebagai alternatif bagi masyarakat yang belum mampu menikmati sate daging, sehingga terciptalah sajian lezat dengan bahan yang lebih terjangkau. Kini, sate kere telah berkembang menjadi bagian dari identitas kuliner Jawa Tengah dan bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2021. Dikutip dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui laman Referensi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, sate kere merupakan simbol kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi kuliner bernilai budaya tinggi.

Popularitas sate kere terus meningkat berkat media sosial dan tren wisata kuliner yang mengangkat makanan tradisional. Banyak penjual tetap mempertahankan cara memasak menggunakan arang karena menghasilkan aroma asap yang khas dan sulit ditiru oleh alat modern. Perpaduan rasa gurih, manis, dan tekstur yang unik membuat sate kere mampu bersaing dengan aneka makanan kekinian tanpa kehilangan ciri khasnya.

Melestarikan sate kere bukan hanya soal menjaga cita rasa, tetapi juga merawat warisan budaya Indonesia agar tetap dikenal oleh generasi muda. Semakin banyak orang yang mengenal dan mencicipinya, semakin besar pula peluang kuliner tradisional ini untuk terus berkembang di masa depan. Dikutip dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kuliner tradisional merupakan bagian dari identitas budaya bangsa yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Barista_LPU)

Referensi:

  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

  • Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....