BRIN: Momentum Idulfitri Dorong Pertumbuhan UMKM lewat Lonjakan Konsumsi

  • 28 Mar 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ramadan dorong “seasonal economy” dengan lonjakan konsumsi masyarakat yang signifikan, menjadi penggerak utama pertumbuhan UMKM.
  • Sektor terdampak luas, mulai dari kuliner, transportasi, hingga fesyen, yang menghidupkan rantai pasok UMKM.
  • Omzet UMKM bisa naik lebih dari 50%, namun pelaku usaha diingatkan menjaga keberlanjutan dengan diversifikasi dan digitalisasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai momentum Ramadan dan Idulfitri memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan UMKM. Demikian disampaikan oleh Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan BRIN, Prof. Syahrir Ika.

Ia menyebut fenomena ini sebagai bagian dari seasonal economy (ekonomi musiman) yang terjadi pada periode tertentu, seperti Ramadan. "Kita melihat Ramadan sebagai seasonal economy, konsumsi masyarakat meningkat signifikan, mulai dari buka puasa hingga sahur," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Sabtu, 28 Maret 2026.

Selain konsumsi, faktor lain yang turut mendorong pertumbuhan UMKM adalah meningkatnya mobilitas masyarakat. Aktivitas seperti buka puasa bersama, salat tarawih, hingga perjalanan mudik turut menggerakkan sektor transportasi.

Tidak hanya itu, sektor fesyen juga mengalami lonjakan permintaan menjelang Ramadan. Peningkatan belanja pakaian muslim dan kebutuhan Lebaran menggerakkan rantai pasok industri.

"Omzet UMKM selama Ramadan bisa meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan di luar Ramadan. Ini wajar karena permintaan masyarakat memang melonjak," ucapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pelaku UMKM agar tidak hanya bergantung pada momentum musiman. Pelaku usaha didorong untuk mengelola keuntungan sebagai modal pengembangan usaha, serta menjaga pelanggan agar tetap berkelanjutan.

Kementerian UMKM terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu bersaing dengan produk skala besar. Diantaranya dengan melalui penguatan brand, digitalisasi, serta diversifikasi produk, terutama pada momentum Idulfitri.

Asisten Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Christina Agustin, menegaskan momentum Lebaran tidak hanya dimaknai sebagai peluang musiman. Tetapi harus dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk pertumbuhan berkelanjutan.

"Kami melihat ke depan momentum ini tidak hanya momentum musiman. Kami ingin fokus pada penguatan brand, digitalisasi, dan diversifikasi produk agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan sepanjang tahun," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....