Ini Pendapat Ekonom UMY Soal Target Pertumbuhan 8 Persen
- 20 Mar 2026 01:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen tidak hanya dipandang sebagai capaian angka. Pertumbuhan itu diharapkan, mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan tingkat pengangguran.
Guru Besar Ekonomi UMY, Profesor Imamudin Yuliadi menilai, dampak pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada sektor yang menjadi penopangnya. Misalkan pertumbuhan berasal dari sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
”Maka dampaknya akan signifikan terhadap pengurangan pengangguran dan kemiskinan,” katanya melalui pernyataan tertulis, Kamis, 19 Maret 2026. ”Itu yang sebenarnya diharapkan dari target pertumbuhan ekonomi yang tinggi.”
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki potensi besar melalui bonus demografi, yakni tingginya jumlah penduduk usia produktif. Namun, kondisi tersebut juga dapat menjadi tantangan apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai.
Menurutnya, pertambahan jumlah angkatan kerja setiap tahun harus diiringi dengan kemampuan sektor ekonomi dalam menyerap tenaga kerja. Jika tidak, tingginya angka pengangguran berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi.
“Bonus demografi kita sangat besar, angkatan kerja terus bertambah setiap tahun,” ujarnya. ”Jika sektor ekonomi tidak mampu menyerap tenaga kerja, pengangguran yang besar dapat menjadi bom waktu bagi perekonomian.”
Maka, sektor industri perlu diperkuat sebagai menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja. Jika pengembangannya tepat, berbagai komoditas dalam negeri dapat diolah lebih lanjut, agar punya nilai tambah untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....