Cashless atau Tunai? Mengenal Kebiasaan Mengatur Keuangan di Era Digital
- 29 Jun 2026 12:16 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Metode pembayaran non-tunai atau cashless semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat seiring berkembangnya teknologi digital. Mulai dari berbelanja, membayar tagihan, hingga menggunakan transportasi umum kini dapat dilakukan melalui dompet digital, kartu debit, maupun kode QR.
Merujuk Bank Indonesia (BI), transaksi pembayaran digital terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun, didorong oleh meningkatnya penggunaan QRIS, mobile banking, dan uang elektronik. BI menilai digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu upaya untuk menciptakan transaksi yang lebih cepat, mudah, aman, dan efisien bagi masyarakat.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan digitalisasi pembayaran merupakan bagian dari transformasi ekonomi dan keuangan nasional. Menurutnya, inovasi sistem pembayaran harus mampu memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Meski demikian, penggunaan pembayaran non-tunai juga memerlukan kedisiplinan dalam mengelola keuangan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kemudahan bertransaksi secara digital dapat mendorong perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengatur anggaran dan membedakan antara kebutuhan dengan keinginan.
| Baca juga: Gaji Naik Tidak Selalu Menjamin Cukup |
OJK menjelaskan bahwa masyarakat perlu menerapkan prinsip literasi keuangan dalam setiap transaksi, termasuk mencatat pengeluaran, menetapkan anggaran bulanan, serta menghindari penggunaan layanan paylater atau pinjaman digital secara berlebihan. Langkah tersebut dinilai penting agar kondisi keuangan tetap sehat di tengah semakin beragamnya pilihan layanan pembayaran digital.
Sementara itu, perencana keuangan sekaligus CEO Finansialku, Melvin Mumpuni, mengatakan pembayaran digital bukanlah penyebab seseorang menjadi boros, melainkan dipengaruhi oleh kebiasaan dalam mengelola uang. Ia menilai masyarakat tetap dapat memanfaatkan transaksi cashless selama memiliki anggaran yang jelas dan mampu mengendalikan pengeluaran sesuai kemampuan finansial.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi keuangan, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kemudahan transaksi digital secara bijak tanpa mengabaikan prinsip pengelolaan keuangan yang sehat. Dengan memahami manfaat dan risikonya, pembayaran tunai maupun non-tunai dapat menjadi alat yang sama-sama efektif dalam mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....