Uang Receh yang Terlupakan, ternyata Bernilai
- 01 Apr 2026 11:39 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Koin receh sering dianggap tidak berguna dan hanya dibiarkan menumpuk di sudut rumah tanpa perhatian berarti. Padahal, kebiasaan sederhana mengumpulkannya ternyata bisa menghasilkan nilai besar dalam jangka waktu tertentu menurut berbagai studi keuangan.
Penelitian dari University of Cambridge, menunjukkan bahwa kebiasaan menyimpan uang kecil meningkatkan kesadaran finansial seseorang secara signifikan. Efek psikologis dari melihat tabungan bertambah, sekecil apapun, mampu memperkuat disiplin keuangan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat modern.
Studi lain oleh Harvard University, menemukan bahwa kebiasaan menabung kecil memicu rasa pencapaian yang konsisten pada individu. Hal ini membuat seseorang lebih termotivasi untuk mempertahankan kebiasaan finansial sehat dibanding langsung menabung dalam jumlah besar sekaligus.
Fenomena ini terlihat pada banyak masyarakat yang mulai mengumpulkan koin dari sisa belanja harian mereka secara rutin. Tanpa disadari, jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai angka jutaan rupiah dalam waktu beberapa tahun saja.
Di Indonesia, penggunaan uang tunai memang mulai berkurang sejak hadirnya dompet digital, seperti, DANA dan OVO. Namun, justru hal ini membuat koin fisik semakin jarang digunakan dan lebih sering tersimpan tanpa dimanfaatkan secara optimal.
Menurut riset keuangan perilaku global, uang dengan nominal kecil cenderung dianggap tidak bernilai oleh otak manusia secara otomatis. Akibatnya, banyak orang tidak sadar bahwa akumulasi dari nilai kecil tersebut bisa menjadi jumlah besar jika dikumpulkan konsisten.
Kebiasaan mengumpulkan receh juga terbukti membantu individu menghindari pengeluaran impulsif dalam aktivitas harian mereka. Dengan menyisihkan koin, seseorang secara tidak langsung melatih kontrol diri terhadap godaan belanja kecil yang sering diabaikan.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa nilai uang tidak selalu ditentukan oleh besar kecilnya nominal secara langsung. Konsistensi dan kebiasaan sederhana justru menjadi kunci utama dalam membangun kestabilan finansial jangka panjang bagi masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....