Dolar AS "Rebound", Rupiah Berisiko Melemah
- 12 Feb 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak pembukaan perdagangan Kamis 12 Februari 2026. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 10.30 WIB, rupiah melemah 0,23 persen ke posisi Rp16.824 per dolar AS.
Padahal rupiah sudah menguat ke posisi Rp16.786 per dolar AS pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya. "Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS sepanjang hari ini," kata analis pasar uang, Lukman Leong.
Menurut dia, rupiah melemah karena tekanan dolar AS yang kembali menguat. Posisi dolar tercatat berada di level 96,81.
"Dolar 'rebound' setelah data pekerjaan non-pertanian (NFP) di AS yang lebih kuat dari perkiraan," ucap Lukman. Biro Statistik Tenaga Kerja AS sudah mengumumkan terjadi penambahan 130 ribu lapangan pekerja di sektor non-pertanian.
Perkembangan tak terduga itu menurunkan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Bank sentral AS itu diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga, karena perekonomian negara itu dinilai masih cukup kuat.
Di dalam negeri, pemerintah memberikan stimulus ekonomi selama periode Idulfitri. Tujuannya untuk mendorong daya beli masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026.
Faktor tersebut mendorong penguatan dolar AS yang berimbas pada pelemahan mata uang lainnya. Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp16.750-Rp16.850 per dolar AS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....