IHSG Berpeluang Lanjutkan Menguat Hari Ini
- 12 Feb 2026 08:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan hari ini. Setelah Rabu kemarin IHSG ditutup naik signifikan 1,96 persen ke level 8.290,96.
Namun kenaikan IHSG masih disertai net sell (jual bersih) asing sebesar Rp367 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BUMI, BMRI, CDIA dan WIFI.
"Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan. Level support di rentang 8.150-8.220 dan level resistansi di rentang 8.370-8.400," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis, 12 Februari 2026.
IHSG menguat pada Rabu kemarin, di tenga bursa saham global yang bergerak beragam. Indeks bursa di Wall Street, Amerika Serikat ditutup melemah, sedangkan bursa kawasan Asia menguat.
"Pelemahan di Wall Street terjadi setelah euforia atas data tenaga kerja Januari yang menguat dari perkiraan, mereda. Sementara ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed juga menurun," ujar Fanny.
Dow Jones Industrial Average turun 0,13 persen dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,16 persen. Laporan nonfarm payrolls Januari yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan penambahan 130.000 lapangan kerja.
Di kawasan Asia, indeks bursa saham melanjutkan penguatan karena sentimen positif pasar. Indeks SET Thailand melanjutkan penguatan, naik 0,2 persen, pasca pemilu.
Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas mengatakan pemerintahan koalisi baru akan fokus pada langkah keringanan utang dan investasi. Tujuannya untuk mendorong aktivitas ekonomi, dengan tetap menjaga disiplin fiskal.
Indeks Kospi Korea Selatan naik satu persen pada perdagangan Rabu kemarin. Pasar Korea Selatan mencatat penguatan untuk hari ketiga berturut-turut ditopang saham otomotif seperti Hyundai Motor dan Kia Corp.
Dua saham itu naik masing-masing naik 5,9 persem dan 4,6 persen. "Pemerintah Korea Selatan menyatakan akan melakukan peninjauan awal terhadap proyek investasi AS,"ujar Fanny.
Peninjauan dilakukan guna mempercepat implementasi paket investasi senilai USD350 miliar yang dijanjikan dalam kesepakatan dagang dengan AS. "Langkah itu menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif lebih tinggi terhadap mobil dan produk farmasi Korea Selatan," kata Fanny menutup analisisnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....