Nasi Bakar Alfatih Andalkan Strategi Marketing
- 14 Jul 2026 06:18 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Kemampuan membaca peluang pasar menjadi salah satu strategi yang diterapkan pasangan pemilik Nasi Bakar Alfatih, Siska Ariyanti dan Tegar Putra Pamungkas, dalam mengembangkan usaha kuliner mereka. Berbekal pengalaman di bidang marketing, keduanya mampu mengoptimalkan pemasaran meski bisnis tersebut baru berjalan sekitar dua bulan.
Dalam program UMKM Bicara bersama RRI Pro 1 Banten, Senin, 13 Juli 2026, Tegar mengatakan latar belakang pekerjaan sebelumnya membantu dirinya dan Siska dalam memahami kebutuhan pasar. Strategi pemasaran dilakukan mulai dari promosi melalui lingkungan terdekat hingga membaca menu yang paling diminati pelanggan.
Saat ini, Nasi Bakar Alfatih telah dititipkan di delapan lapak dengan jumlah produksi mencapai puluhan bungkus setiap hari. Pada hari biasa, mereka mampu menyiapkan sekitar 80 hingga 90 bungkus, sementara jumlah produksi meningkat saat momentum tertentu seperti Jumat berkah.
Tegar menjelaskan, keputusan untuk fokus menjalankan usaha dilakukan setelah melihat penjualan yang terus meningkat. Sebelumnya, ia masih bekerja di Tangerang, namun memilih berhenti dan membantu mengembangkan bisnis bersama istrinya.
"Saya waktu itu masih bekerja, lalu saya bilang kalau kita bisa konsisten habis 20 bungkus sehari, saya coba fokus di usaha ini. Alhamdulillah target itu tercapai bahkan lebih, akhirnya saya memutuskan untuk resign," ucapnya.
Menurut Tegar, pengalaman marketing membuat mereka tidak hanya fokus pada produksi makanan, tetapi juga memperhatikan strategi penjualan, kebutuhan pelanggan, hingga pengelolaan biaya produksi.
Siska mengatakan, pemasaran awal dilakukan melalui media sosial pribadi, grup WhatsApp, serta jaringan keluarga dan teman dekat. Cara tersebut dinilai efektif untuk memperkenalkan produk sebelum membangun identitas bisnis yang lebih besar.
"Untuk awal kita masih menggunakan media sosial pribadi dulu, karena kita masih mengembangkan menu. Nanti kalau sudah lebih siap, baru kita buat media sosial khusus usaha," katanya.
Selain pemasaran, keduanya juga berusaha menjaga kualitas produk dengan menggunakan bahan baku pilihan. Mereka memiliki pemasok langganan untuk bahan utama, sementara kebutuhan seperti kemasan dibeli melalui platform daring ketika tersedia promo.
Ke depan, Siska dan Tegar menargetkan membuka outlet sendiri. Namun, mereka masih melakukan persiapan agar perkembangan usaha berjalan secara matang dan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....