Pengembangan Kopdes Merah Putih Dinilai Tidak Ganggu Segmen Ritel Modern
- 05 Jun 2026 11:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ritel modern menghormati dan patuh terhadap kebijakan pemerintah terkait pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KMP)
- Salah satu program Presiden Prabowo Subianto itu tidak akan mengganggu yang menyasar segmen pasar berbeda
RRI.CO.ID, Tangerang - Ritel modern menghormati dan patuh terhadap kebijakan pemerintah terkait pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KMP). Terlebih, salah satu program Presiden Prabowo Subianto itu tidak akan mengganggu yang menyasar segmen pasar berbeda.
"Kami menghormati kebijakan pemerintah terkait pengembangan Kopdes Merah Putih. Kami juga menilai keberadaan koperasi tersebut tidak akan mengganggu model bisnis perseroan yang menyasar segmen pasar berbeda," ujar Direktur Corporate Legal dan Compliance MIDI, Afid Hermeily usai RUPST, Kamis 4 Juni 2026.
Afid menyatakan setiap pelaku usaha ritel memiliki model bisnis, segmentasi konsumen dan target pasar yang berbeda. Sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dia juga menilai wacana pembatasan operasional atau ekspansi ritel modern di sejumlah daerah belum memberikan dampak material terhadap bisnis perseroan. Menurut Afid lokasi usaha dan segmentasi pasar yang dibidik perseroan umumnya berada di kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi.
"Namun demikian, kami tetap tunduk dan patuh terhadap seluruh regulasi yang berlaku. Termasuk ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah," kata dia.
Sejauh ini, lanjutnya, MIDI tetap berfokus pada pengembangan jaringan ritel modern. Tentu ini sesuai strategi bisnis yang telah dijalankan selama ini," ucapnya.
Direktur Keuangan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), Suantopo Po mengungkapkan perseroan menargetkan pembukaan 200 gerai Alfamidi sepanjang 2026. Untuk merealisasikan ekspansi tersebut, perusahaan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp1,5 triliun.
"Dapat kami sampaikan bahwa perseroan menargetkan pembukaan gerai sebanyak 200 gerai tahun 2026, 200 gerai. Adapun kebutuhan capex-nya adalah sekitar Rp1,5 triliun, jadi, untuk 200 gerai itu sekitar Rp1,5 triliun," ujar Suantopo.
Pada 2025, MIDI telah membuka 152 gerai baru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 135 gerai merupakan Alfamidi dan 18 gerai lainnya berformat Alfamidi Super.
Di sisi lain, perseroan menutup satu gerai Midi Fresh pada tahun lalu akibat berakhirnya masa sewa lokasi. "Dari sisi jumlah gerai pada akhir tahun 2025 sebanyak 2.587 gerai, dengan detail, Alfamidi 2.503 gerai, Alfamidi Super 80 gerai dan Midi Fresh empat gerai," ucapnya.
"Jadi, tahun lalu, untuk Alfamidi tumbuh 6 persen dari sisi jumlah gerai. Untuk Alfamidi Super, tumbuh 29 persen karena memang base-nya kecil," sambung Suantopo.
Hingga 31 Desember 2025, sekitar 54 persen gerai Alfamidi berlokasi di luar Pulau Jawa. Sementara itu, gerai yang berada di luar Jabodetabek tetapi masih di Pulau Jawa mencapai 21,3 persen, sedangkan gerai di wilayah Jabodetabek berkontribusi sebesar 24,7 persen.
Menurut Suantopo, ekspansi gerai di luar Pulau Jawa menunjukkan pertumbuhan yang lebih pesat dibandingkan kawasan Jabodetabek maupun wilayah Jawa lainnya. Ia juga menegaskan bahwa Alfamidi masih menjadi format gerai utama yang menopang bisnis perseroan.
"Begitu pula dari sisi pendapatan neto, Alfamidi masih memberikan backbone atau kontributor utama dari pendapatan neto perseroan sebesar 92,9 persen. Dari sisi jaringan, untuk gudang kita masih sama, masih 11 gudang, jadi tidak ada penambahan gudang baru pada tahun 2025," kata Suantopo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....