Harga Emas Akan Lebih Mengejutkan Tahun 2026

  • 26 Jan 2026 17:15 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe: Para ahli memperkirakan harga emas dunia, yang telah memecahkan rekor tertinggi di atas US$ 5.000 per troy ons akan naik lebih lanjut menuju level US$ 6.000 tahun ini.

Harga emas diyakini terus melonjak karena meningkatnya ketidakpastian global imbas geopolitik serta permintaan yang kuat dari bank sentral dan ritel.

Dikutip dari US News, Senin (26/1/2026), analis independen Ross Norman memperkirakan harga emas tahun ini berpeluang mencapai US$ 6.400 per troy ons, dengan rata-rata harga di US$ 5.375.

"Satu-satunya kepastian saat ini tampaknya adalah ketidakpastian, dan itu sangat menguntungkan emas," kata Norman.

Survei proyeksi emas tahunan yang dirilis London Bullion Market Association (LBMA) juga menunjukkan, para ahli memproyeksikan harga emas akan naik hingga mencapai level US$ 7.150 per troy ons dan rata-rata US$ 4.742 di 2026.

Adapun bank ternama asal AS, Goldman Sachs yang telah menaikkan perkiraan harga emas tahun 2026 menjadi kisaran US$ 5.400 per troy ons dan US$ 4.900 per troy ons jika melemah.

Sebagai catatan, harga emas dunia telah naik lebih dari 17% tahun ini, setelah melonjak 64% pada 2025.

Reli emas baru-baru ini dipicu oleh ketegangan geopolitik, mulai dari perselisihan antara AS-NATO terkait Greenland dan ketidakpastian tarif impor hingga meningkatnya keraguan atas independensi Federal Reserve.

"Dengan pemilihan paruh waktu AS yang akan datang, ketidakpastian politik mungkin akan meningkat lebih lanjut. Pada saat yang sama, kekhawatiran yang terus-menerus tentang pasar ekuitas yang dinilai terlalu tinggi kemungkinan akan memperkuat aliran diversifikasi portofolio ke emas," kata Philip Newman, direktur di Metals Focus.

"Setelah emas dapat melewati tonggak US$ 5.000/troy ons, kami memperkirakan kenaikan lebih lanjut," tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....